Prima DMI Minta Pemuda Jaga Masjid dari Radikalisme

Ketua Umum PW PRIMA DMI Jateng, Ahsan Fauzi saat memberikan sambutan Kopdar Kebangsaan di Aula Balaikota Semarang, Jumat (14/02) malam.

SEMARANG – Masjid sebagai tempat beribadah umat Islam belakangan ini disorot sebagai tempat persebaran paham intoleran dan radikal. Kopdar Kebangsaan Pengurus Wilayah (PW) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) Jawa Tengah mengingatkan hal itu.

“Jangan sampai pemuda, remaja masjid, terutama yang ikut prima DMI mengikuti gerakan-gerakan yang tidak jelas,” kata Ketua Umum PW Prima DMI Jateng, Ahsan Fauzi saat memberikan sambutan pembukaan di Aula Balaikota Semarang, Jalan Pemuda 148 Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2) malam.

Lebih lanjut Pengurus Bidang Remaja PP MAJT ini berharap kopdar kebangsaan bertema Remaja Masjid Melawan Gerakan Radikalisme, Komunisme, Separatisme dan Komunisme Demi Keutuhan NKRI bisa jadi benteng para aktifis remaja masjid dari paham yang membahayakan NKRI.

“Mudah-mudah kopdar ini memberikan bekal dalam memperteguh semangat nasionalisme pemuda masjid,” harapnya.

Ketua panitia, Choirul Awaludin mengatakan hal serupa, gerakan remaja masjid tidak hanya berkutat pada persoalan peribadatan saja. Lebih dari itu, ia berharap para pemuda aktifis masjid bisa berkontribusi secara nyata dalam menjaga jamaah dari kelompok yang menganut paham intoleran dan radikal.

“Saya berharap para remaja, pemuda masjid bisa menjaga masjid dari komunitas-komunitas yang tidak memiliki nasionalisme,” kata Awaludin saat ditemui awak media.

Mantan Ketua DPD KNPI Kota Semarang ini melanjutkan, saat ini keutuhan negara terus dibayangi oleh gerakan-gerakan intoleran dan sparatisme. Oleh karena itu, ia berharap para aktifis muda masjid memperluas pergaulan dan gerakannya.

“Caranya dengan menggandeng komunitas yang lebih luas, baik lintas agama maupun yang bersifat kesukuan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia berharap Kopdar bisa menjadi rembuk bersama untuk mendapatkan solusi yang lebih baik lagi. “Bagaimanapun juga mereka semua saudara kita. Kita yakin tidak ada separatisme,” ucapnya.

Sebagai informasi, Kopdar kebangsaan menghadirkan Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr KH Imam Taufiq, Dandim 0733 BS Semarang dan Tokoh Muda Papua Semarang, Robert Manaku. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here