one-stop-property-new

Produk Makanan Dominasi UMKM di Kota Semarang

0
one-stop-property-new

SEMARANG – Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang mencatat hingga Mei 2019, produk olahan makanan masih mendominasi jenis UMKM yang ada di kota ini.

Dari 16.000 UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, 55% merupakan UMKM yang bergerak di bidang olahan makanan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Bambang Suronggono mengatakan, produk olahan makanan mendominasi karena lebih sering dicari, dan lebih mudah berinovasi. Tidak heran jika warga Kota Semarang memilih usaha makanan.

“Hingga saat ini memang makanan sedang mendominasi keanggotaan UMKM Kota Semarang, karena memang makanan kebutuhan primer. Sehingga lebih memilih berjualan makanan,” jelasnya, Kamis (27/6).

Menurut data tahun 2018 sendiri ada 3.839 pendaftar UMKM baru Kota Semarang. Tiap tahunnya paling sedikit 3.000 UMKM terdaftar di dinas. Tidak hanya olahan makanan, bengkel, hingga barang heritage pun turut didaftarkan.

Untuk keanggotaan sendiri jika sudah terdaftar bisa mengajukan dana pengembangan. Program dana pengembangaan untuk usaha atau sering disebut Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Juara). Para pelaku UMKM yang sudah berjalan selama dua tahun mengajukan untuk daya pinjaman guna mengembangkan usahanya.

Dana yang dapat dicairkan mencapai Rp 5 juta. Belum lagi mereka akan mendapatkan ilmu baru dari berbagai sosialisai yang diberikan dinas koperasi. Pihak dinas juga mengupayakan tempat hingga cara memasarkan produk.

“Sinergi antara dinas dan pelaku UMKM sangat penting, ini menjadi penting untuk mengembangkan usaha tersebut,” tandasnya. (ZP/05)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan