Profil dan Jejak Karier Dr Sugeng Riyanta, Wakajati Jateng yang Baru Dilantik

0
Pelantikan dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Dr. I Made Suarnawan, SH MH, di di Aula Lantai 6 Kejati Jateng, Kota Semarang, Rabu (17/4). Foto : ist/zonapasar.com

 

 

 

ZONAPASAR.COM, SEMARANG-  Dr. Sugeng Riyanta, SH MH resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Tengah. Pengambilan sumpah dan pelantikan dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Dr. I Made Suarnawan, SH MH, di di Aula Lantai 6 Kejati Jateng, Kota Semarang, Rabu (17/4).

Pelantikan Sugeng Riyanta sebagai Wakajati Jateng tersebut berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 86 Tahun 2024, Tanggal 18 Maret 2024, tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia.

Selain itu, juga berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Nomor: PRIN-305/ M3/Cp.2/03/2024 tanggal 25 Maret 2024. Diketahui, Sugeng Riyanta sebelumnya menduduki jabatan sebagai Wakajati Bangka Belitung.

Diketahui Sugeng Riyanta saat ini, masih mengemban tugas sebagai Pj Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), setelah dilantik Pj Gubernur Sumatra Utara, Hassanudin di Medan pada 15 November 2023.

Selain melantik Sugeng Riyanta sebagai Wakajati Jateng mengantikan Teguh Subroto, Kajati Made juga melantik Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Jateng, Muhammad Yusfidli.

Dalam arahannya, Kajati Jateng, I Made Suarnawan meminta jajarannya untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat. Sebab, kepercayaan masyarakat kepada Kejaksaan selama ini telah mencapai puncaknya.

“Harapan kami prestasi yang diperoleh pejabat yang lama harus dipertahankan syukur-syukur dipertahankan. (Kepercayaan publik ke Kejaksaan) sudah 86 persen dipertahankan kalau bisa ditingkatkan lagi,” kata dia.

Suarnawan menyebut mempertahankan lebih sulit dibanding memperjuangkan. Oleh sebab itu, dibutuhkan keiklasan dalam bekerja dan sinergitas dengan masing-masing bidang.

“Yang penting kita kerjasama keikhlasan dari bapak ibu di dalam petugas sangat-sangat diperlukan. Karena tanpa kerjasama yang baik tanpa keikhlasan jangan harap kita dapat melakukan tugas dengan baik. Itu modal utama dan kita harus selalu mensyukuri di dalam bertugas kalau kita banding-bandingkan tentu nanti tidak akan habis-habisnya. Tapi yang jelas Kejaksaan tinggi Jawa Tengah bukan kaleng-kaleng kita harus yakin bisa,” tandasnya.

Pihaknya, juga meminta agar terus memantau dan mensyukseskan pilkada serentak. Menurutnya, monitoring akan dilakukan melalui Posko.

“Pilpres sukses dan pilkada serentak saya yakin juga sukses. Kita nanti posko-posko kami siapkan semua baik di daerah-daerah,” ujarnya.

Prestasi Sugeng Riyanta

Sejumlah prestasi ditorehkan Sugeng Riyanta, dibidang Pendidikan, diantaranya, berhasil meraih gelar doktor berkat didikasi yang tinggi dan kecintaannya terhadap Korps Adhyaksa.

Pria yang menyukai wayang ini,, mendapat gelar doktor melalui disertasinya berjudul “Model Kelembagaan Kejaksaan Sebagai Lembaga Negara yang Profesional dan Independen Dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi” dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77.

Sugeng Riyanta yang juga menjabat sebagai PJ Bupati Tapteng, lahir di dusun Sawahan, Kelurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo.

Memiliki riwayat karier yang moncer, Sugeng pernah menjabat sebagai Kajari Jakarta Pusat, kemudian menjabat sebagai Kepala Sub. Direktorat Tindakan Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kajagung.

Tidak hanya disitu, Sugeng juga pernah menjabat sebagai Adpidsus Kajati Riau dan Aspidum Kajati Sumatera Utara, kemudian menjabat Wakajati Bangka Belitung (Babel) dan kini menjabat Pj Bupati Tapanuli Tengah.

Semenjak menjadi PJ Bupati Tapteng, banyak prestasi hingga dalam waktu singkat APBD Pemkab Tapanuli Tengah yang sebelumnya dinyatakan defisit sebesar Rp. 43 miliar, per tanggal 12 Desember 2023, surplus sebesar Rp. 13,4 miliar.

Langkah dan strategi yang dilakukan mengatasi keuangan Pemkab Tapanuli Tengah, seperti langkah cepat mitigasi risiko, dengan mengendalikan arus kas keluar sehingga dari semula proyeksi defisit 43 M, proyeksi surplus 13,4 M.

Beberapa kebijakan untuk pengendalian kas, yaitu penghematan pada OPD. Pos belanja-belanja yang tidak urgent, dan sifatnya ceremony.

Selain itu, dirinya juga melakukan melakukan pengetatan syarat dan prosedur pengajuan pencairan Ganti Uang (GU) atas belanja pada OPD besar di Dinas Kesehatan (Dinkes), Pekerjaan Umum (PU), dan pada Dinas Pendidikan Tapteng yang berpotensi rawan penyimpangan.

Namun prestasi yang diraih itu, bukan tanpa halangan. Sebagai seorang Jaksa, Sugeng memahami seluk beluk keuangan Pemerintahan di daerah, karena semua dapat diukur dari pencapaian peningkatan ekonomi dan pembangun serta pelayanan terhadap masyarakat. Banyak kebijakan yang membuat kalangan mafia birokrasi terusik atas kehadiran nya di wilayah Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.(zav)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan