Rupiah Tresno Budoyo Hadirkan Kisah Cheng Ho hingga Inovasi Digital

SEMARANG – Kisah perjalanan Laksamana Cheng Ho ke Semarang menjadi pintu masuk Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah untuk mempertemukan sejarah, budaya, dan perkembangan teknologi dalam Rupiah Tresno Budoyo (RTB) 2026.
Digelar di Sam Poo Kong, Semarang, Sabtu (26/9/2026), kegiatan tersebut mengangkat tema “Melintasi Batas Dunia, Menjalin Konektivitas Antarbangsa: Ekspedisi Laksamana Cheng Ho, Menyatukan Jejak Integrasi Budaya dan Inovasi Teknologi.”
Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Anggis Rakhmi, mengatakan RTB tidak hanya menjadi ruang pertunjukan budaya, tetapi juga sarana untuk menyampaikan edukasi kebijakan Bank Indonesia dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, perjalanan Cheng Ho menggambarkan konektivitas antarbangsa yang telah berlangsung sejak masa lalu. Semangat tersebut kemudian dikaitkan dengan perkembangan konektivitas digital saat ini.
“Rupiah Tresno Budoyo 2026 menjadi ruang yang menunjukkan bahwa sejarah, budaya dan teknologi bukanlah dua hal yang terpisah,” kata Anggis.
Pesan itu dituangkan dalam Dance Spectacle bertajuk “Two Shores, One Story, One Connection”. Pertunjukan tersebut memadukan seni tari, musik tradisional Cina dan Jawa, visual, serta teknologi untuk menggambarkan perjumpaan budaya hingga perkembangan konektivitas di era digital.
Sutradara Eco Dance Company, Prof. Dr. Eko Supriyanto, mengatakan Semarang memiliki sejarah panjang pertemuan berbagai budaya. Jejak tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam konsep pertunjukan.
“Semarang merupakan tempat yang luar biasa, tempat yang memberikan keleluasaan bagi sejarah hadir untuk masyarakat sekarang dan generasi sekarang, dengan akulturasinya dan segala aspek dalam konteks budaya,” ujarnya.
Pertunjukan melibatkan sekitar 35 penari dari mahasiswa Surakarta dan Universitas Negeri Semarang. Selain tari, rangkaian acara turut menghadirkan Gambang Semarang X Chinese, barongsai, wayang potehi, serta seni kaligrafi Cina.
RTB 2026 juga mengajak masyarakat mengenal berbagai kebijakan Bank Indonesia melalui kegiatan interaktif. Edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, Galang Uang Logam (GAUL), permainan edukasi, hingga berbagai lokakarya budaya menjadi bagian dari rangkaian acara.
Pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan membatik, menyulam, membuat warag ngendog dari bahan daur ulang, melukis lampion dan kipas, serta membuat aksesori tusuk konde khas Cina.
Di sisi ekonomi, kegiatan tersebut menghadirkan bazaar “Fusion Flavor” yang mempertemukan kuliner Semarang dan Cina. Produk kerajinan dan wastra pesisir juga ditampilkan untuk memperkenalkan potensi UMKM Jawa Tengah kepada masyarakat.
Sementara itu, aspek digitalisasi pembayaran diperkuat melalui berbagai aktivitas yang mengenalkan penggunaan QRIS, termasuk QRIS Challenge. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.
Hingga Juli 2026, QRIS di Jawa Tengah mencatat 870,01 juta transaksi dengan nominal Rp73,45 triliun. Adapun transaksi QRIS Antarnegara kategori inbound di Jawa Tengah tercatat 495,89 ribu transaksi dengan nominal Rp136,37 miliar.
Selain itu, RTB 2026 menjadi momentum pemberian Transaksi Non Tunai (TNT) Awards Jawa Tengah 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang mendorong elektronifikasi transaksi pemerintahan.
Melalui konsep yang memadukan sejarah dan inovasi, RTB 2026 menunjukkan bahwa warisan perjalanan Cheng Ho dapat dibaca kembali dalam konteks masa kini. Semangat membangun hubungan dan konektivitas antarbangsa diterjemahkan ke dalam budaya, ekonomi, serta perkembangan sistem pembayaran digital.***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.