Satpol PP Semarang Kembali Tertibkan Pedagang di Sekitar Pasar Peterongan

Petugas Satpol PP Kota Semarang menertibkan pedagang yang berjualan di belakang Pasar Peterongan, Semarang, Selasa (4/1/20)

SEMARANG – Satpol PP Kota Semarang kembali melakukan penertiban puluhan lapak pedagang yang berjualan di belakang Pasar Peterongan, Semarang Selasa (4/2/20).

Lapak-lapak yang ditertibkan petugas karena berdiri di atas saluran dan jalan raya yang merupakan kawasan terlarang untuk berjualan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penertiban kali ini bukan yang pertama kali digelar, namun sudah berkali-kali petugas meminta mereka untuk masuk ke dalam pasar, namun mereka tetap nekat berjualan di luar pasar.

“Ini kesekian kalinya kami menertibkan pedagang yang menggelar lapaknya di jalanan. Ini terakhir, kami tidak main-main. Kami minta pedagang menaati aturan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan mendirikan posko yang dijaga oleh petugas Dinas Perdagangan. Jika mereka bandel, dia meminta Dinas Perdagangan untuk menindak.

“Tolong lah para pedagang menghormati pemerintah. Kalau tidak mau tertib, kami akan tertibkan, bandel langsung kami bongkar,” ucapnya.

Disebutnya, petugas sebenarnya memperbolehkan para pedagang pasar untuk berjualan di luar pasar hingga pukul 06.00 saja. Selepas itu, kawasan harus steril mengingat keberadaan pedagang di jalan mengganggu arus lalu lintas.

Petugas Satpol PP Kota Semarang menertibkan pedagang yang berjualan di belakang Pasar Peterongan, Semarang, Selasa (4/1/20)

Salah satu pedagang di Pasar Peterongan, Sri Lestari mengatakan, ia bersama pedagang lainnya sangat mendukung program pemerintah untuk penataan kawasan tersebut. Namun, ia meminta Pemkot Semarang untuk tegas dan adil menerapkan kebijakan larangan berjualan di kawasan tersebut.

“Dulu janji Pak Wali, pasar pagi, pasar siang dan pasar malam akan dibongkar, tapi nyatanya tidak. Kami disuruh masuk ke pasar, tapi yang pasar malam hingga pagi tetap dibiarkan, kan mateni rezekine pedagang yang mau tertib,” jelasnya.

Ia mengaku, pasca ditertibkan beberapa waktu lalu, sudah berjualan di lantai dua Pasar Peterongan. Namun selama dua hari berjualan di dalam pasar, ia tidak mendapatkan satupun pembeli.

“Saya jualan di dalam selama dua hari, namun tidak dapat uang. Pedagang yang lain merasakan yang sama, akhirnya ikut-ikutan jualan di pinggir jalan lagi,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here