NasionalSerikat Pekerja Pertamina Tolak Keras Akuisisi Pertagas Oleh PGN

Serikat Pekerja Pertamina Tolak Keras Akuisisi Pertagas Oleh PGN

-

- Advertisment -spot_img

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelar aksi penolakan akuisisi Pertagas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Semarang, penolakan itu dilakukan karena disinyalir hanya menguntungkan pihak asing saja, Kamis (12/7).

SEMARANG- Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak keras akuisisi Pertagas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) serta menuntut dibatalkannya Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) yang telah ditandatangani.

Skretaris Jendral FSPPB Kota Semarang, Didiek Imawan mengatakan, penolakan ini didasari kekhawatiran, berkurangnya kontrol negara mengingat 43% saham PGN dimiliki oleh publik yang mayoritas asing.

“Saham PGN 43% dimiliki swasta, yang sebagian besar dikuasai swasta asing. Jika diakuisisi atau dicaplok maka modal yang ada di Pertagas akan memperkaya pihak asing. Kita tidak mau, kecuali bukan akuisisi kita bisa terima misal dalam bentuk marger atau inbreng kita terima. Kalau akuisisi kita betul-betul menolak,” kata Didiek Imawan, Kamis (12/7).

Dijelaskan, secara legal, proses akuisisi bertentangan dengan UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dimana perbuatan hukum dalam proses penggabungan atau pengambilalihan perseroan wajib memperhatikan kepentingan karyawan. Dalam hal ini aspirasi pekerja Pertagas praktis tidak mendapat tempat dalam aksi korporasi.

Dia juga berpendapat, proses akuisisi dilakukan tanpa memperhatikan kajian kajian secara komprehensif, baik kajian akademis maupun bisnis termasuk organisasi perusahaan, kelembagaan, status dan hubungan kerja pekerja Pertagas dengan Pertamina maupun PGN.

Selain itu, menurutnya skema akuisisi tersebut berpotensi merugikan Pertamina yang artinya juga merugikan negara dan membuka ruang bagi para pemburu rente untuk memanfaatkan peluang bisnis, penetapan nilai kapitalisasi saham Pertagas dan keterlibatan konsultan penilai.

Dia melanjutkan, dampak dari akuisisi tersebut telah membuat ketidakpastian status pekerja Pertagas, suasana kerja yang tidak kondusif tidak hanya di Pertagas tetapi juga diseluruh sentra unit operasi Pertamina serta berdampak pula kepada kepercayaan publik terkait penyediaan gas domestik. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

XL Axiata Operasikan BTS USO di Kawasan Timur Indonesia

JAKARTA- PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus membangun infrastruktur jaringan 4G ke berbagai wilayah terpencil di Kawasan Timur...

Mengenal Lebih Dekat GM Patra Semarang Hotel & Convention

SEMARANG - Pria kelahiran Sidoarjo Jawa Timur ini mengawali karirnya sebagai seorang Pengajar, namun sejak tahun 1993 memutuskan...

Pertamina Tanam 5000 Mangrove

CILACAP– Integrated Terminal Cilacap yang merupakan unit operasi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, kembali melakukan...

Griya Riset Indonesia Siapkan Generasi Unggul Melalui Riset dan Kepenulisan

SEMARANG - Griya Riset Indonesia (GRI) hadir sebagai wadah yang membangun mental dan nalar ilmiah generasi muda yang memiliki...
- Advertisement -spot_imgspot_img

BMW Astra Card, Keanggotaan Ekslusif dengan Berbagai Manfaat

JAKARTA - Sebagai bentuk layanan menyeluruh dari BMW Astra untuk para pelanggan, BMW Astra memberikan BMW Astra Card untuk...

Reformasi Struktural Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi

JAKARTA – UOB Indonesia memproyeksikan, perekonomian Indonesia akan tumbuh setidaknya lima persen pada tahun 2022. Hal ini seiring dengan...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda