Soal Pembakaran Bendera, Taj Yasin Ajak Masyarakat Jateng Jaga Kondusifitas

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen.

SEMARANG- Peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat saat peringatan Hari Santri Nasional yang terjadi beberapa waktu lalu mengejutkan masyarakat. Pihak kepolisian dengan sigap menelusuri oknum yang melakukan pembakaran bendera tersebut, dan segera melakukan proses hukum.

Berkaca pada peristiwa itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengingatkan, seluruh masyarakat agar senantiasa mempertahankan kondusivitas NKRI.

“Isu ini sudah ditangani penegak hukum atau pihak kepolisian. Menjaga keutuhan NKRI adalah kewajiban kita bersama. Saya berharap, masyarakat Jawa Tengah benar-benar kondusif, saling gotong-royong, dan saling menghormati,” kata Taj Yasin, Jumat (26/10).

Selain tanggung jawab menjaga kondusifitas wilayah, Taj Yasin juga meminta jajaran ASN untuk bekerja secara tulus untuk melayani masyarakat. Putera ulama kharismatik KH. Maimoen Zubair itu juga meminta ASN menjunjung integritasnya serta tidak tergoda melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Mari kita menjaga hati kita, membersihkan niat kita untuk berkhidmah melayani masyarakat. Waktu yang telah diamanatkan oleh masyarakat kepada kita untuk bekerja melayani mereka mari kita gunakan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita melanggar itu. Saya dan Mas Ganjar ingin Jawa Tengah lima tahun ke depan benar-benar bersih dari korupsi dari nepotisme,” pesannya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here