Sri Mulyani Beri Strategi untuk Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati/istimewa.

SEMARANG – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati berbagi strategi untuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Langkah strategis itu disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Rapat Koordinasi Menkeu Terkait Arahan Kebijakan dan Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jateng 7 persen pada Tahun 2023.

Sri Mulyani mengakui komposisi Jawa Tengah untuk industri manufaktur dan ekspor lebih tinggi dari nasional. Namun, hal itu belum cukup untuk mengangkat, karena 60 persen lebih dari

Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) Jawa Tengah adalah untuk konsumsi rumah tangga mayoritas daya beli penduduknya di luar daerah.

“Sehingga ada beberapa faktor yang sangat potensial untuk bisa meningkatkan kemampuan di dalam Jawa Tengah,” ujarnya, Jumat (14/2/2020).

Pertama, ungkapnya, peningkatan industri pariwisata. Menkeu mencontohkan Candi Borobudur yang sudah dideklarasikan sebagai destinasi yang dapat menjadi link dengan ekonomi daerah.

“Saya sampaikan kepada Pak Ganjar dan tim jangan kehabisan ide,” imbuhnya.

Sri Mulyani juga mengatakan, sektor industri manufaktur perlu ditingkatkan untuk mendorong ekonomi Jawa Tengah.

“Dan kita siap membantu industri manufaktur yang di Jawa Tengah. Seperti Kendal dan lainnya itu harus dibuat semacam percontohan bahwa itu kawasan industri yang bagus, untuk meningkatkan minat investasi,” imbuhnya.

Upaya tersebut perlu dilakukan bersama dengan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah.

“Dari sisi Pemerintah Pusat tentu akan mendukung. Sekarang infrastruktur yang sudah terbangun dimanfaatkan secara baik dan positif,” ucap Sri Mulyani.

Selain itu, indutri kreatif di Jawa Tengah termasuk potensi yang luar biasa.

“Kalau Jawa Tengah menjadi pusat bekerja yang menarik, maka kita tidak kehilangan tapi orang-orang balik ke Jawa Tengah,” jelas Sri Mulyani.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, sebenarnya penyampaian Menteri Keuangan tersebut menegaskan jangan hanya pembangunan yang bersumber dari APBD saja.

“Iya itu disampaikan ada banyak instrumen pemerintah bisa dipakai. Sebenarnya Bu Menteri itu, jangan hanya bersumber dari APBD,” tegasnya.

Nanti, pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan DPR, DPD dan DPRD. Jika DPRD bisa mendukung, maka itu akan menginspirasi. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here