Tekan Angka Kecelakaan, Aptrindo Beri Pelatihan dan Sertifikasi Pengemudi

Sebanyak 40 pengemudi angkutan peti kemas mengikuti pelatihan dan sertifikasi pengemudi yang digelar DPC Aptrindo Tanjung Emas Semarang, di Hotel Horison Semarang, Selasa (7/8).

SEMARANG- Menekan angka kecelakan lalu lintas di jalan raya, Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tanjung Emas Semarang memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi 40 pengemudi angkutan peti kemas, di Hotel Horison Semarang, Selasa (7/8).

“Ada 40 pengemudi yang ikut dari anggota DPC Aptrindo Semarang. Ini harapannya supaya bisa menekan angka kecelakaan di jalan raya dan di lingkungan pelabuan Tanjung Emas, sehingga keamanan pengemudi, barang dan kendaraan bisa meningkat,” kata Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Supriyono, Selasa (7/8).

Dikatakan, pelatihan dan sertifikasi pengemudi ini merupakan kali pertama digelar di Indonesia dan diharapkan bisa menjadi contoh di pelabuhan lain.

“Pelatihan dan sertifikasi ini yang petama di Indonesia, mudah-mudahan berkesinambungan tidak di Tanjung Emas saja, namun di semua pelabuhan di Indonesia, sehinga keselamatan pengemudi akan meningat,” ujarnya.

Seusai diberikan pelatihan, lanjutnya pegemudi akan langsung di tes pada 11 Agustus 2018 mendatang, mulai dari tes mengemudi, persiapan jalan, cek keselamatan, perlengkapan dan tes wawancara.

Ditambahkan, pelatihan dan sertifikasi menjadi penting guna meningkatkan daya saing pengemudi di tengah gencarnya persaingan tenaga kerja asing yang dikhawatirkan akan segera membanjiri Indonesia.

“Supir asing di Jateng belum ada, tapi dengan adanya MEA tidak menutup kemungkinan driver-driver akan masuk Indonesia juga. Banyak perusahaan asing seperti Korea, dia cari driver dari negaranya, meski masih melayani dia sendiri tapi ini bisa jadi ancaman,” ungkapnya.

Ia melanjutkan saat ini ada sebanyak 500 pegemudi yang menjadi anggota Aptrindo. Ke depan kesemua pengemudi ditarget mendapatkan pelatihan dan sertifikasi hingga akhir 2019 mendatang.

“Ada 500 pengemudi yang menjadi anggota Aptrindo, dua bulan lagi secara berkala akan ada pelatihan kembali, semua harapannya bisa mendapatkan pelatihan dan sertifikat ini,” terangnya.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jateng dan DIY, Ari Wibowo melanjutkan, pelatihan dan sertifikasi pengemudi memang sudah harus dilakukan mengingat MEA sudah mulai berjalan. Selain itu, pengemudi yang profesional dan bersertifikat juga akan meningkatkan kepercayaan para importir maupun ekportir yang mengunakan jasanya.

“Pengemudi ini ujung tombak pembawa barang kami. Semoga dengan sertifakasi ini pengemudi kian profesional dan pelayanan pelanggan juga makin meningkat. Dan kalau dulu pengemudi ini jadi momok di jalan semoga dari sekarang bisa jadi partner kala berada di jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubdit Dikyasa Polda Jateng, AKBP Indra K. Mangungsong menambahkan, kegiatan pelatihan dan uji kompetensi tersebut diharapkam bisa memberi dampak pengurangan angka kecelakan di jalan raya yang saat ini cukup tinggi, serta menjadikan pengemudi kian tertib berlalulintas.

“Kita berharap kegiatan uji kompetensi bisa mengurangi jumlah kecelakan sebanyak-banyaknya dan korban jiwa bisa diminimalisir. Semoga yang kadang terjadi 10 kecelakan bisa turun jadi 5, ini nanti akan kita anggap berhasil,” ungkapnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here