Tol Ruas Salatiga-Kartasura Ditarget Rampung Akhir Oktober 2018

SEMARANG- Proyek Tol Semarang-Solo ruas Salatiga-Kartasura ditargetkan selesai akhir Oktober atau awal November 2018. Sehingga bisa diresmikan pada akhir tahun ini.

Hal tersebut diketahui saat Pj Gubernur Jawa Tengah Syarifuddin meninjau proyek jalan tol tersebut, Selasa (28/8) siang. Pimpinan Proyek Jalan Tol Semarang-Solo, Eddy Priyono Broto menjelaskan, dari total panjang 32 kilometer, sekitar 22 kilometer jalan tol sudah berbentuk rigid. Tugas berat yang perlu diselesaikan saat ini adalah penyelesaian Jembatan Kenteng sepanjang 493 meter, terdiri dari 12 bentang yang melewati Sungai Kenteng dan Sungai Serang. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jembatan dari 12 jembatan sungai yang terdapat di ruas Salatiga-Kartasura yang belum selesai dibangun.

Kendala lain yang dihadapi, tambah Eddy, terkait penggantian Tanah Kas Desa (TKD) di tiga desa, yakni Desa Kenteng, Desa Kemetul, dan Desa Timpik di mana penggantian yang diminta berupa lahan, tidak berupa uang. Meski demikian, hal tersebut tidak mengganggu proses pengerjaan proyek karena pihak kontraktor menggunakan sistem sewa terhadap tiga TKD tersebut sebelum mendapat ganti lahan.

“Masalah tanah secara fisik tidak terganggu, namun administrasinya, misal Tanah Kas Desa (TKD), ada yang belum selesai. Ada yang diganti dalam bentuk uang tapi tiga desa yang minta diganti lahan. Untuk sementara TKD ini sudah kita kerjakan dengan sistem sewa,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur Jateng Syarifuddin meminta agar pihak kontraktor tetap fokus terhadap pengerjaan proyek jalan tol. Sehingga dapat diselesaikan tepat sesuai target yang ditentukan. Untuk masalah penggati lahan TKD, menurutnya, akan diselesaikan pemerintah.

“Yang penting ini (proyek jalan tol) harus jalan terus. Urusan tanah biar tugas kita, konsentrasi saja ke pekerjaan, tidak usah cari lahan,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here