Kesejahteraan Anggota Meningkat, Komunitas PPMSTL Cepu Tetap Jual Minyak Mentah ke Pertamina EP

0
Ilustrasi sumur tambang minyak mentah tradisional di Cepu Blora. (foto:sttrcepu)

BLORA – Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok (PPMSTL) berkomitmen mendukung ketahanan energi dengan tetap menjual hasil penambangan minyak mentahnya ke Pertamina EP Cepu Blora Jawa Tengah.

Hal itu sebagai implementasi dari nota kesepakatan yang sudah ditandatanganinya bersama PT Blora Patra Energi (BPE) sejak tahun 2020. Terlebih sejak kerjasama itu kesejahteraan para anggotanya terus mengalami peningkatakan yang cukup signifikan.

PPMSTL sendiri merupakan komunitas para penambang minyak mentah di Desa Ledok Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah.

“Kami tetap komitmen mendukung ketahanan energi yang diprogramkan Pemerintah, serta selalu berkontribusi dengan menyalurkan seluruh hasil penambangan kami ke Pertamina EP Cepu,” Kata Ketua PPMSTL, Supraptono, saat ditemui di kantor kerjanya, beberapa hari lalu.

Supraptono berharap kepada para penambang minyak, baik yang di Ledok ataupun di wilayah lain, untuk ikut menjaga sitkamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Duduk (tengah) Ketua PPMSTL Cepu Supraptono. (foto:ist)

Dikatakan, para penambang yang tergabung di PPMSTL juga berterimakasih kepada Polda Jateng maupun PT BPE. Sebab, setelah mendapat pengarahan dan bimbingan, kini mereka tidak lagi melakukan penambangan secara ilegal. Hasilnya pun tidak dijual ke perorangan maupun ke perusahaan penyulingan tak resmi.

Pengakuan Supraptono dibenarkan oleh Awan Pradigsa, Direktur Operasional PT. Blora Patra Energi. Bahkan dia berharap, peran masyarakat PPMSTL dalam pengelolaan dan penambangan sumur minyak timba tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tapi juga selalu ikut menjaga kelestarian lingkungan. “Sesuai harapan, mereka tetap memasok minyak mentah ke Pertamina EP Cepu, meskipun harga minyak dunia sedang melambung tinggi,” terangnya.

Diketahui di Desa Ledok terdapat 196 sumur minyak tua. Berdasar MOU akhir September 2020, sumur-sumur peninggalan kolonial Belanda itu, kini dikelola bersama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT BPE dengan PPMSTL.

Dengan adanya kerja sama itu, maka para penambang akan memperoleh dana bagi hasil sebesar 77 persen dari penjualan minyak ke PT Pertamina. PPMSTL mendapat bagian 17,3 persen, sedang PT PBE memperoleh hasil 5,7 persen.

Sumur-sumur tersebut kini digarap oleh 64 kelompok penambang. Mereka mengelola dengan cara ditimba kemudian disetor ke Pertamina. Kecuali bagi hasil, masyarakat penambang juga mendapat fasilitas asuransi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Ladang sumur minyak tua di Desa Ledok mampu berproduksi hingga 9 juta liter di tahun 2019. Dari tahun ke tahun berikutnya, pendapatannya terus meningkat. Bulan April 2022 diperkirakan produksinya naik lebih dar 170 barrel. (alkomari)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights