Pabrik Garmen di Jateng Genjot Produksi Fast Fashion untuk Bersaing di Pasar Eropa dan Amerika

0
Ketua Apindo Kota Semarang, Dedi Mulyadi Ali saat memperlihatkan berbagai produk fast fashion di pabriknya di Semarang, Kamis 13 April 2023.

SEMARANG — Pabrik garmen di Jawa Tengah terus meningkatkan produksi fast fashion untuk mengikuti permintaan pasar di Eropa dan Amerika.

Ketua Apindo Kota Semarang, Dedi Mulyadi Ali mengatakan, pabrik garmen di Jateng terus mengikuti tren yang mengalami perubahan cepat, dimana kini produk fast fashion banyak diminati di luar negeri.

“Saat ini kami mengeluarkan berbagai produk baru yang lebih casual, prospek lebih baik untuk bersaing di pasaran. Jenis yang susah kita buat untuk daya saing dengan negara lain. Produk fast fashion yang spesifik, kekinian sesuai generasi z, modelnya mengikuti,” kata Dedi Kamis 13 April 2023.

Ia mengatakan, permintaan fast fashion cukup tinggi dan saat ini terus diperluas jangkauan pemasarannya. Selain Eropa dan Amerika, permintaan fast fashion kini meningkat di Timur Tengah dan Afrika.

“Negara di Timur Tengah yang mulai terbuka menjadi potensi, kemudian di Afrika dengan keterbukaan informasi sehingga ada yang suka juga dengan produknya,” jelasnya.

Ia menyampaikan, produksi pakaian basic saat ini pun akhirnya dikurangi. Saat ini produksi pakaian basic hanya 20 persen saja dan 80 persennya adalah fast fashion.

Disebutnya, fast fashion menjadi tantangan tersendiri karena perubahan yang cepat hanya 4 – 6 bulan saja. Namun mau tidak mau pabrik harus tetap produksi agar bisa bertahan.

“Produksi kami stabil masih 300 ribu per bulan. Kami juga harus berintegrasi penggantian mesin produksi dengan robot. Tidak ada pengurangan tenaga kerja, justru ada penambahan untuk operasional mesin,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights