Lomba Dayung Nasional PU 2026 di Semarang Cetak Atlet-Atlet Muda Berprestasi

0

Semarang – Persaingan sengit mewarnai Lomba Dayung Nasional Piala Bergilir Menteri Pekerjaan Umum 2026 yang digelar di Sungai Banjir Kanal Barat, Kota Semarang, dan berakhir pada Minggu (11/1/2026).

Ratusan atlet dari klub, pelajar, mahasiswa, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) beradu kecepatan di nomor Dragon Boat Racing (DBR) dan Stand Up Paddle (SUP). Ajang ini sekaligus melahirkan sejumlah juara baru, menandai kuatnya regenerasi atlet dayung nasional.

Sekretaris BPSDM Kementerian PU, Lina Anggraini, mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian penting dari strategi pembinaan atlet di lingkungan pendidikan vokasi dan unit kerja Kementerian PU.

“Melalui kejuaraan ini kami ingin mendorong lahirnya atlet-atlet potensial dari pelajar, mahasiswa, klub, hingga UPT di lingkungan Kementerian PU. Ke depan partisipasi akan kami perluas dan kerja sama dengan PODSI akan terus diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Politeknik PU, Slamet Trianto, menyebut persaingan pada kategori UPT berlangsung sangat ketat dan memberikan pengalaman berharga bagi timnya.

“Persaingan sangat ketat. Kami berhasil naik podium dan ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan fisik dan daya tahan menghadapi kejuaraan berikutnya,” katanya.

Hasil kompetisi kali ini pada nomor Dragon Boat 500 meter kategori UPT, kontingen BBWS Serayu Opak tampil sebagai yang tercepat dan meraih medali emas dengan catatan waktu 2 menit 49,19 detik. Team Dayung ‘Panda’ BBWS Pemali Juana menempati posisi kedua dengan 2:49.59, sementara Politeknik PU mengunci peringkat ketiga dengan 2:50.52.

Di nomor Dragon Boat 500 meter Mix Umum, Dayung Pasundan Kota Cimahi keluar sebagai juara dengan waktu 2:33.22, unggul tipis atas Pasmar 2 yang mencatat 2:33.59, sedangkan Putra Silugonggo Pati berada di posisi ketiga dengan 2:34.59.

Dominasi Kota Cimahi juga terlihat pada nomor Dragon Boat 500 meter Mix Pelajar dan Mahasiswa. STKIP Pasundan Cimahi kembali meraih emas lewat catatan 2:33.35, disusul Club Jungkwatu, Jawa Timur dengan 2:37.59 dan Club Jenggolo Sidoarjo dengan 2:41.22.

Pada cabang Stand Up Paddle (SUP) 200 meter putra, Muhammad Fathur Rohman menjadi yang tercepat dan meraih emas dengan waktu 1 menit 7,32 detik. Abdi Kusnan Sankaey meraih perak dengan 1:14.41, sedangkan Mohammad Fathonal Ade Sapri membawa pulang perunggu dengan 1:18.00.

Sementara Juara Harapan 1 diraih Wisnu Wihangga (1:18.59), Juara Harapan 2 oleh Muhammad Rizki (1:22.15), dan Juara Harapan 3 oleh Raihan Abi Fajri (1:27.59).

Di nomor SUP 200 meter putri, Septiani Dwi Azzahra keluar sebagai juara dengan waktu 1:19.40, diikuti Alexandria Sarashinta Setyaning Adi dengan 1:19.58 dan Rizkiah Zidni Ilmayasari dengan 1:36.13. Untuk Juara Harapan, Najwa Putri Ayu Pramita meraih Harapan 1 (1:21.60), Cheryl Azzahra Maulana Harapan 2 (1:22.59), dan Afga Alfdan Harapan 3 (2:15.53).

Kejuaraan ini tidak hanya menghasilkan para pemenang, tetapi juga menegaskan munculnya atlet-atlet baru yang siap memperkuat persaingan olahraga dayung Indonesia di masa depan.***

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights