Sekda Jateng: PKN Harus Lahirkan Pemimpin yang Mampu Akselerasi Program Pangan

SEMARANG – Ketahanan pangan merupakan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi – Taj Yasin Maimoen. Sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025 – 2029 tahun pertama, yakni “Meneguhkan Posisi Jawa Tengah Sebagai Lumbung Pangan Nasional”.
Tak ayal, ketahanan pangan pun menjadi tema utama dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah. Bahkan, dekorasi ruangan pun dibikin sedemikian rupa dengan berbagai sayuran dan produk pangan di Jawa Tengah, demi menyesuaikan tema pelatihan.
Kepala BPSDMD Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengatakan, peserta nantinya akan memiliki inovasi berupa proyek perubahan yang adaptif. Artinya melaksanakan atau disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku saat ini. Adapun tema yang digunakan, dikonsultasikan dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan harus ‘relate’ dengan RPJMD, yakni ketahanan pangan.
“Harus relate dengan RPJMD. Program prioritas gubernur saat ini terkait dengan ketahanan pangan. Nanti di dalam pelatihan harus menyesuaikan implementasinya, disesuaikan dengan kondisi yang berlaku pada saat ini. Termasuk bagaimana praktik baik untuk akselerasinya,” terangnya, di sela pembukaan PKN Tingkat II Angkatan VII di Aula Utama BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Selasa, 7 April 2026.
Dijelaskan, untuk mendukung tema tersebut, BPSDMD sudah mengawalnya sejak tahun 2025, melalui persiapan dan konsultasi. Sehingga nantinya, peserta akan menghasilkan inovasi berupa aksi nyata atau proyek perubahan yang dapat selaras dengan tema yang ditetapkan.
Pihaknya juga berkomitmen memasukkan materi ketahanan pangan melalui project learning. Sebagaimana hasil konsultasi dengan LAN, project learning yang mengusung ketahanan pangan akan dimasukkan dalam materi paling tidak satu atau dua JP (jam pelajaran) setiap pelatihan.
Ketahanan pangan, kata Uus, sapaan akrabnya, bukan hanya tentang kemampuan memproduksi bahan pangan di sekitar kita. Tetapi yang lebih penting adalah mindset-nya.
“Mindset ini ada di benak seluruh peserta sehingga nanti akan berdampak pada masyarakat di sekitarnya. Dan itu nanti input di dalam kurikulum,” lanjutnya.
Sekretaris Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Lutfi, membuka pelatihan ini. Dia berharap, PKN menghasilkan pemimpin yang bisa berinovasi, menggerakkan organisasi dan akseleratif dalam melayani masyarakat.
“Pemimpin menjadi kunci utama untuk menegakkan integritas di suatu organisasi. Kami berharap karena nanti teman-teman ini adalah alumni dari BPSDM Jawa Tengah, mereka menjadi pemimpin leadership yang berintegritas sehingga bisa membangun integritas di organisasinya,” ujarnya.
PKN II Angkatan VII ini diikuti oleh 45 peserta yang memiliki jabatan pimpinan tinggi pratama. Selain berasal dari provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah, juga ada peserta dari Kejaksaan Republik Indonesia, dan Kementrian Tenaga Kerja. Peserta akan menempuh pelatihan mulai tanggal 7 April hingga 14 Agustus 2026.*
