Insiden Kebakaran Motor, Pertamina Langsung Tutup SPBU Sriwijaya untuk Evaluasi Total

Semarang – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menindaklanjuti insiden kebakaran sepeda motor yang terjadi di SPBU 44.502.07 Jl. Sriwijaya, Semarang. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen Pertamina dalam mendengarkan masukan pelanggan dengan mengedepankan aspek keselamatan, klarifikasi fakta, serta semangat perbaikan operasional di SPBU.
Berdasarkan penelusuran fakta di lapangan dan pengecekan rekaman CCTV, kejadian bermula saat konsumen dengan kendaraan dalam kondisi mogok melakukan pengisian BBM jenis Pertamax. Setelah pengisian, kendaraan didorong keluar dari area dispenser dan dicoba dinyalakan kembali.
Pada saat tersebut muncul api yang berasal dari sistem kelistrikan atau pengapian kendaraan. Petugas SPBU kemudian melakukan penanganan awal dengan memastikan kondisi di sekitar area pengisian dalam kondisi aman, sebelum kemudian melakukan pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga api berhasil dipadamkan.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan bahwa Pertamina menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini dan memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi. Pertamina telah melakukan penelusuran dan memastikan penanganan di lapangan, serta menjadikan ini sebagai bahan evaluasi untuk penguatan aspek keselamatan dan pelayanan di SPBU,” katanya.
Sementara itu, konsumen selaku pemilik motor, Chiko Relisviano Ramadhan, menyampaikan bahwa bahwa penjelasan yang transparan dari pihak SPBU telah memberikan pemahaman.
“Saya sudah mendapatkan penjelasan dari pihak SPBU dan Pertamina. Permasalahan ini sudah diselesaikan secara baik, masukan saya didengarkan dengan baik dan saya menerima hasilnya. Terima kasih atas perhatian dan tanggung jawab yang diberikan,” ungkapnya.
Giyono, operator SPBU yang bertugas pada saat kejadian, juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. “Saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi dan akan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan serta pelayanan saya ke depannya,” tuturnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, SPBU Sriwijaya akan ditutup sementara guna dilakukan pembinaan lebih lanjut oleh Pertamina, khususnya terkait aspek keselamatan dan kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat bekerja sama dengan tim HSSE dan Dinas Pemadam Kebakaran.
“Dilakukan juga perbaikan sarana dan prasarana guna memastikan standar operasional berjalan optimal. Langkah ini kami ambil sebagai bentuk komitmen peningkatan pelayanan dan keselamatan. Kami imbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan aman, terutama pada aspek kelistrikan dan sistem pembakaran, guna mencegah potensi risiko di SPBU,” tambah Taufiq.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran, Eustachius Marsudi Wisnugroho Subowo menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU untuk menindaklanjuti kejadian tersebut melalui penguatan pelatihan pencegahan dan penanganan kebakaran.
“Kami menekankan bahwa penanganan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama, serta pentingnya pemanfaatan APAR sebagai respons awal karena waktu penanganan sangat krusial. Kami juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kendaraan dalam kondisi standar dan layak operasional guna mencegah risiko serupa,” ujarnya.
Selama masa pembinaan SPBU Sriwijaya, masyarakat dapat memperoleh BBM di SPBU terdekat yakni SPBU 44.502.29 Jl. Veteran dan SPBU 41.502.01 COCO Jl. Ahmad Yani. Pertamina menegaskan bahwa penggunaan APAR di SPBU tidak dipungut biaya dan merupakan bagian dari fasilitas keselamatan yang disediakan untuk kondisi darurat. Setiap petugas SPBU juga telah dibekali pelatihan penanganan awal kebakaran sebagai bagian dari standar operasional keselamatan.***
