Bakal Bicara di Pembukaan IFA, LG Terapkan Strategi Terbuka pada Pengembangan AI

JAKARTA- Dua petinggi puncak LG, Jo Seong-Jin selaku Chief Executive Officer dan Dr. I.P Park, secara bersama akan menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam pembukaan IFA 2018. Panggung pameran produk elektronik dan teknologi tahunan global ini digunakan memaparkan visi LG ThinQ dalam penguatan strategi terapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Menjadi hal yang pertama bagi keduanya, pidato berjudul Think Wise, Be Free: Living Freer with AI akan disampaikan pada 31 Agustus mendatang di tempat berlangsungnya IFA di Hall 26b, Messe Berlin.

Pada pidatonya, CEO Jo akan menyampaikan strategi pengembangan AI LG yang berbasis pada tiga hal yang terangkum dalam filosofi unik yaitu “open platform, open partnership dan open connectivity”. Sementara melengkapinya, Dr. Park akan menunjukkan pengaplikasian strategi pengembangan AI yang terbuka dari LG ini akan memberi manfaat pada kenyamanan konsumen.

“Bicara dalam IFA Keynote memberi CEO dan manajemen puncak akses pada media global untuk berbagi ide dan strategi pemikiran ke depan,” kata Jens Heithecker, Messe Berlin Group Executive Vice President yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif IFA, Rabu (20/6).

“LG telah dan terus menjadi pemain kunci tingkat dunia dalam bidang kecerdasan buatan. Inilah yang membuat kami sangat senang saat LG akan berbicara pada pembukaan IFA di bulan Agustus nanti,” sambungnya.

Bicara soal terapan AI pada berbagai produk elektronik miliknya, LG sendiri telah mengembangkan dengan penyebutan khusus ThinQ pada kisaran akhir 2017. Keberadaan kata ‘ThinQ’ ini pun digunakan melekat pada tiap produknya yang menggunakan kecerdasan buatan. Jajaran produk dengan LG ThinQ memiliki didesain dengan kemampuan belajar dan berkomunikasi antar perangkat elektronik. Selain ditenagai teknologi AI yang dikembangkannya sendiri, LG juga memanfaatkan berbagai teknologi hasil kolaborasi dengan mitra lainnya.

Bahkan, keseriusan LG dalam pengembangan AI di perangkat elektronik rumah tangga miliknya juga ditunjukkan dengan membuka Artificial Intelligence Lab di Seoul. Tujuannya untuk menyatukan berbagai riset AI dalam teknologi yang tak hanya mampu mengenali, namun juga membuat kesimpulan dan kemampuan belajar melalui suara, video dan sensor. Laboratorium AI LG ini telah berkontribusi pada lahirnya perangkat AC dengan kemampuan belajar pertama di dunia, kulkas pintar, mesin cuci pintar dan robot vacuum cleaner.

Dalam lingkungan LG sendiri, Jo Seong-Jin dikenal sebagai bagian dari kelompok yang meyakini keberadaan AI pada perangkat elektronik rumah tangga akan memberikan dampak positif bagi konsumen. Memiliki pengalaman memimpin berbagai unit bisnis perangkat elektronik rumah tangga LG, Jo Seong-Jin percaya AI menjadi area baru bagi inovasi. Disamping itu, Jo Seong-Jin sendiri dikenal karena prestasinya yang berhasil memasarkan mesin cuci LG dengan motor penggerak Direct Drive dan membuat LG menjadi pemimpin pasar mesin cuci di seluruh dunia. Saat menjabat sebagai kepala divisi bisnis LG bagi perangkat elektronik rumah tangga, Jo Seong-Jin memiliki fokus pada pengembangan R&D yang tetap diteruskannya saat menjabat sebagai CEO LG saat ini.

Di sisi lain, Dr I.P Park selaku CTO LG memiliki prioritas utama untuk mengubah LG menjadi sebuah perusahaan yang memandang AI menjadi prioritas dalam pertumbuhan LG di masa mendatang. Salah satu yang dilakukannya dengan membangun kemitraan luas dan terbuka baik di dalam maupun luar negeri. Hal yang konsisten dengan strategi keterbukaan LG. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here