BI Jateng Gelar CJIBF dan UMKM Grande 2026, Dorong Investasi dan UMKM Naik Kelas

SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat langkah akselerasi perekonomian daerah melalui penyelenggaraan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 dan UMKM Grande 2026. Dua agenda besar tersebut diharapkan menjadi motor penggerak investasi sekaligus peningkatan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Jawa Tengah.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, perekonomian Jawa Tengah pada 2025 tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,37 persen (year on year), ditopang oleh permintaan domestik yang tetap kuat serta kontribusi investasi yang terus meningkat.
Besarnya peran investasi juga tercermin dari struktur ekonomi Jawa Tengah, di mana porsi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terus tumbuh dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengatakan, Jawa Tengah memiliki potensi investasi yang besar di berbagai sektor strategis.
“Berbagai peluang investasi di Jawa Tengah tersebar pada sektor kawasan industri dan manufaktur, energi baru terbarukan, pertanian dan industri pengolahan pangan, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (29/5/2026).
Menurut dia, pengembangan sektor-sektor tersebut diarahkan untuk mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah, ramah lingkungan, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Minat investor terhadap Jawa Tengah pun terus meningkat. Hal itu terlihat dari capaian penyelenggaraan CJIBF tahun sebelumnya yang berhasil menghasilkan 60 Letter of Intent (LoI) dengan nilai mencapai Rp75,03 triliun.
“Capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi Jawa Tengah yang semakin kondusif dan kompetitif,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, BI Jateng akan menggelar CJIBF 2026 pada 11-12 Mei 2026 di Semarang dengan mengusung tema Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth.
Forum tahunan ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta investor domestik maupun internasional guna mendorong realisasi investasi dan memperluas kerja sama perdagangan.
Selain fokus pada investasi, BI Jateng juga mendorong penguatan sektor UMKM melalui UMKM Grande 2026 yang akan berlangsung pada 7-11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang.
Kegiatan bertema Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia itu menjadi gelaran ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2019. Tahun ini, BI Jateng mengusung semangat baru melalui nama Grande yang merupakan akronim dari Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor.
“Penamaan Grande merepresentasikan skala serta semangat yang lebih besar untuk membawa UMKM Jawa Tengah naik ke level yang lebih tinggi, baik regional, nasional, maupun internasional,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, fokus diarahkan pada peningkatan daya saing UMKM berbasis lingkungan dan keberlanjutan, serta pengembangan usaha melalui optimalisasi teknologi digital.
UMKM Grande 2026 akan menghadirkan sekitar 75 UMKM unggulan dari enam kategori, yakni fashion, kriya, home decor, furniture, makanan-minuman olahan, dan kopi.
Selain pameran produk, berbagai agenda pendukung juga disiapkan seperti business matching, akses pembiayaan dan literasi keuangan, workshop, fashion show wastra, edukasi pembayaran digital, kompetisi kopi, live selling, bazar buku, hingga lomba foto dan video produk UMKM.
BI Jateng berharap sinergi antara penguatan investasi melalui CJIBF dan pemberdayaan pelaku usaha lewat UMKM Grande mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dekranasda, dan seluruh mitra kerja akan terus memperkuat koordinasi kebijakan serta sinergi program dalam rangka menjaga stabilitas dan mengakselerasi perekonomian Jawa Tengah,” pungkasnya.***
