BMKG Prediksi Musim Hujan di Jateng Mulai Oktober – Desember

BMKG
one-stop-property-new
Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Iis Widya Harmoko.

SEMARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang memprediksi musim penghujan di Jawa Tengah mulai terjadi pada bulan Oktober – Desember 2019.

Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Iis Widya Harmoko mengatakan, beberapa daerah yang memasuki musim hujan di bulan Oktober awal diantaranya sebagian Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, dan Purbalingga.

“Untuk di Bulan Oktober II dan III, kami memprediksi musim penghujan sudah masuk wilayah Banjarnegara, Selatan Batang, Pekalongan, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Kendal dan Cilacap,” ujarnya, Kamis (28/8/19).

Dikatakan, sedangkan untuk daerah pesisir, seperti Jepara dan Demak, Rembang, dan Pesisir Pati, awal musim penghujan diprediksi bisa mundur hingga bulan Desember.

“Ada kondisi untuk mundurnya musim hujan ini seperti di tahun 2018 kemarin. Dipolmot positif, mengurangi curah hujan di Indonesia, suhu muka laut menurun. Hal itu mengakibatkan curah hujan menjadi turun. Lalu angin mosun timur yang masih dominan. Ini diperkirakan sampai Oktober,” katanya.

Ditambahkan, terkait musim kemarau di Jateng, BMKG memprediksi musim kemarau terjadi hingga September 2019.

Sementara itu sebagian besar wilayah di Jateng akan mengalami puncak kemarau di bulan Agustus 2019. Namum ada beberapa wilayah seperti Kota Tegal dan Pekalongan, sebagian wilayah Kabupaten Kudus, Pemalang, Pekalongan, Demak, Pati, dan Magelang mengalami puncak musim kemarau di bulan September.

“Lalu wilayah Kabupaten Tegal bagian utara, Kabupaten Rembang dan Purbalingga bagian selatan, barat daya Kabupaten Banjarnegara, barat laut Kabupaten Batang, dan wilayah timur Kabupaten Jepara juga mengalami puncak musim kemaraunya di bulan September,” tandasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here