BUMD Didorong Optimalkan Penggunaan Aset

SEMARANG- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah diminta mengoptimalkan penggunaan aset yang dimiliki, khususnya aset tanah. Pasalnya, optimalisasi tersebut dapat memberikan nilai tambah pada pendapatan mereka.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, kondisi perekonomian saat ini dapat berimbas pada dunia usaha. Agar tak terpengaruh melemahnya nilai rupiah, dia mendorong BUMD mengoptimalkan potensi-potensi ekspor, serta sebisa mungkin menekan impor.

Disebutnya, peningkatan sinergi, mutlak dilakukan, termasuk dengan pihak swasta. Tentunya, upaya kreatif dan inovatif mesti terus ditingkatkan. Dengan begitu, usaha yang dijalankan terus berkembang dan survive. Terapkan good corporate governance agar tidak ada praktik-praktik korupsi.

“Tidak ada kata lain selain bersinergi. Selain itu, kreasi dan inovasi harus terus ditingkatkan. Saya minta teman-teman BUMD bisa mengikuti perkembangan bisnis dunia saat ini,” kata Ganjar, Rabu (24/10).

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng, Budiyanto Eko Purwono menambahkan, kondisi BUMD di Jateng dalam kondisi baik. Bahkan dapat memberikan deviden cukup besar.

“Kondisi BUMD di Jawa Tengah sudah bagus, dengan aset pada tahun 2018 ini mencapai Rp 81,7 triliun, modal sebesar Rp 3,1 triliun dan dapat memberikan deviden sebesar Rp 459,04 miliar,” ujarnya.

Dijelaskan, meski deviden yang diberikan tahun ini meningkat dari tahun yakni Rp 371,1 miliar, namun masih harus ditingkatkan.

“Untuk itu, memang harus ada penguatan sinergi untuk peningkatan PAD Pemprov Jateng,” tegasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here