Cari Springbed Harga Spesial? Buruan ke Bazar Springbed Rumah Kita di Mall Ciputra

Para pengunjung bazar Springbed Rumah Kita di Mall Ciputra Semarang, tengah menjajal empuk dan nyamannya springbed yang dihadirkan dalam bazar kali ini, Jumat (17/8).

SEMARANG- Toko Meubel Rumah Kita menggelar bazar springbed di Mall Ciputra Semarang. Pameran ini dibuka mulai hari ini Jumat 17 Agustus hingga 28 Agustus 2018. Total 10 merk springbed ternama memamerkan produk andalannya di atrium mall.

Beragam promo menarik juga bisa dinikmati pelanggan pada event kali ini. Selain produk baru dari masing masing merk springbed, ada juga promo cicilan tanpa DP berhadiah langsung.

Owner Rumah Kita, Jimmy Jati Utomo mengatakan, promo cicilan tanpa DP ini berlaku untuk semua merk springbed.
Pelanggan cukup membayar Rp 125 ribu untuk proses administrasi pembiayaan cicilan dan akan mendapatkan hadiah langsung berupa voucher belanja sebesar Rp 50 ribu.

“Nanti setelah proses administrasi pembiayaannya selesai springbed langsung diantar ke alamat pelanggan. Rp 125 ribu ini bukan DP, cuma administrasi leasing. Jadi tanpa DP,” kata Jimmy.

Jimmy mengatakan, secara umum pameran kali ini tidak berbeda dengan pameran sebelumnya. Namun ada satu hal yang berbeda. Mereka menggandeng yayasan sosial Ehipassiko untuk menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Setiap transaksi pembelian springbed selama pameran, akan disisihkan 1% untuk disumbangkan kepada korban gempa.

“Kami menggandeng Yayasan Sosial Ehipassiko untuk penyaluran bantuan. Setiap transaksi pembelian 1% akan kami sumbangkan,” ujarnya.

Sedangkan, lanjutnya Jimmy, penjualan springbed di semester ke dua ini diharapkan bisa lebih baik dibanding semester pertama 2018. Lesunya pasar springbed di semester pertama tak lain dipengaruhi oleh minat masyarakat membeli properti perumahan.

“Lesunya pasar properti sangat mempengaruhi pasar springbed. Masyarakat jarang yang beli rumah, jadinya penjualan isi rumah juga berpengaruh khususnya springbed,” ucapnya.

Dikatakan, melemahnya nilai tukar rupiah saat ini belum berpengaruh signifikan terhadap penjualan springbed. Ia menyebut, apabila kondisi nilai tukar rupiah ini bisa distabilkan sebelum akhir tahun maka dia yakin pasar springbed bisa kembali menggeliat.

“Tapi kalau sampai akhir tahun tidak stabil atau malah sampai Rp 15 ribu per US dollar lain lagi ceritanya. Pasti akan sangat berpengaruh terhadap penjualan,” jelasnya.

Meski terbilang lesu, namun penjualan springbed di Rumah Kita terbilang stabil.
Tanpa menyebut detail angka, Jimmy mengaku trend pasar springbed di semester ke dua akan meningkat.

“Biasanya di akhir tahun masyarakat ada yang masih sisa uangnya. Jadi belanja perabotan rumah. Biasanya 60% diantaranya yang belanja di akhir tahun masyarakat kelas menengah ke atas,” ucapnya.

Springbed yang dipamerkan kali ini terbilang lengkap. Mulai dari harga di bawah Rp 2 juta hingga harga Rp 8 jutaan.

Sementara Ketua Yayasan Ehipassiko Semarang, Herry Sariono menambahkan, Ehipassiko telah menyalurkan donasi kepada korban bencana gempa bumi Lombok.
Relawan Ehipassiko juga telah berada di lokasi gempa dan tenda pengungsian untuk mengkoordinir bantuan yang telah disalurkan melalui Ehipassiko se Indonesia.

“Kami berikan sesuai kebutuhan korban. Jadi relawan kami yang ada di lokasi mengkoordinir sesuai kebutuhan korban,” ungkap Herry.

Heri mengatakan, bantuan 1% dari tiap penjualan produk pada pameran Rumah Kita kali ini sangat diapresiasi oleh Ehipassiko.
Sekecil apapun bantuan dari masyarakat, sangat berarti untuk korban gempa bumi di Lombok.

“Rumah Kita ini pelopor pameran yang menyumbangkan hasil penjualannya kepada korban bencana. Masyarakat Lombok khususnya korban gempa saat ini sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here