Dinas Arpus Jateng Siap Ganti Dokumen Rusak Akibat Banjir dan Longsor

Warga menjemur dokumen penting yang terkena banjir/istimewa.

SEMARANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah siap membantu memperbaiki dokumen penting masyarakat yang rusak akibat bencana banjir dan longsor. Penggantian tidak dipungut biaya alias gratis.

Kepala Dinas Arpus Jateng Prijo Anggoro Budi Rahardjo mengatakan, kegiatan itu sebagai salah bagian program pengentasan kemiskinan, berupa program restorasi/perbaikan arsip penting masyarakat yang disingkat Ranting Mas.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hadir dalam penyelamatan arsip penting masyarakat sampai tingkat desa, seperti perbaikan arsip vital desa berupa Letter C, surat ukur/ rincik, hingga peta batas wilayah desa.

“Kami siap menerima perbaikan arsip yang rusak dari masyarakat tanpa dipungut biaya. Dokumen itu selanjutnya disimpan dalam Arsip Emas, yang terjamin faktor keamanannya. Kami lakukan penyempurnaan berupa adanya peningkatan fitur keamanan, dengan cara pengenalan iris mata dan sidik jari masing-masing pengguna, untuk login Arsip Emas,” jelasnya, Rabu (22/1/20).

Ditambahkan, Arsip Emas merupakan inovasi yang dipersembahkan bagi masyarakat Jawa Tengah setelah munculnya banyaknya keluhan masyarakat atas hilangnya atau kerusakan arsip maupun dokumen yang dimilikinya.

Hal itu seperti, hilangnya arsip atau dokumen penting milik masyarakat akibat faktor alam, baik bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, termakan rayap. Selain itu juga dikarenakan kelalaian dari masyarakat itu sendiri yang mengakibatkan dokumen hilang atau tercecer.

Arsip atau dokumen yang dapat disimpan pada Arsip Emas, antara lain SIM, Kartu BPJS, KTP, KK, sertifikat tanah, BPKB, paspor, akte kelahiran, buku nikah, dan lainnya, guna melindungi hak-hak keperdataan masyarakat.

“Arsip Emas ini telah di-launching oleh Gubernur Jawa Tengah pada 5 Maret 2019. Kami telah sosialisasikan melalui media sosial Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, pameran Kearsipan dan Perpustakaan di wilayah Provinsi Jawa Tengah, kegiatan kegiatan yang dilaksanakan di OPD baik di provinsi maupun kabupaten dan kota, serta kerja sama dengan Bank Jateng,” imbuhnya.

Hingga 19 Januari 2020, lanjutnya, pengguna Arsip Emas mencapai 919 orang, dengan jumlah data yang disimpan sebanyak 2.177 arsip/ dokumen. Jumlah pengguna tertinggi di Kabupaten Magelang sebanyak 269 orang atau 29% dari total pengguna Arsip Emas.

Pihaknya pun berharap adanya integrasi Arsip Emas dengan aplikasi-aplikasi teknologi mobile misalnya dengan perbankan, rumah sakit, PLN, ticketing, Samsat, dan lainnya. Sehingga dapat menjadi sarana bantu apabila masyarakat kehilangan arsip / dokumen.

Mengingat pentingnya Arsip Emas, ia meminta masyarakat dapat menggunakan dan mengajak keluarga atau elemen lainnya untuk ikut menyukseskan program Arsip Emas.

“Sehingga masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya penyelamatan arsip secara fisik maupun digital,” tandasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here