PeristiwaDinas Kelautan dan Perikanan Jateng Serahkan 4 Ekor Ikan...

Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Serahkan 4 Ekor Ikan Aligator ke Balai Karantina Ikan

-

- Advertisment -spot_img

 

SEMARANG- Sebanyak empat ikan aligator diserahkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah ke Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM), di Posko BKIPM Jalan Suratmo, Manyaran, Semarang, Senin (2/7).

Penyerahan ikan aligator itu dilakukan oleh Kepala DKP, M Lalu Syafriadi kepada Kepala BKIPM Kota Semarang, Gatot R Perdana.

Lalu mengatakan penyerahan ikan aligator itu merupakan inisiatifnya sendiri setelah mendapati arahan langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang mengeluarkan Permen KP Nomor 14 Tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dan Invasif di perairan Indonesia.

“Dulunya aligator fish merupakan ikan yang dijual bebas di pasar ikan hias Johar. Kemudian kita rawat setahun di kantor DKP. Lalu sesuai instruksi Bu Menteri untuk mengendalikan ekosistem laut, kita berinisiatif menyerahkan empat ekor aligator itu kepada BKIPM,” kata Lalu.

Dikatakan, ikan aligator merupakan predator laut yang dikenal rakus memangsa ikan-ikan kecil yang mendiami perairan Indonesia. Sejak dirawat di kantornya, keempat ikan aligator berkembang dengan ukuran 30 sentimeter.

Ia menambahkan, sangat mengapresiasi langkah KKP dalam melindungi ekosistem laut dari serangan ikan-ikan predator seperti aligator dan sejenisnya.

Ia berharap penyerahan ikan aligator kepada BKIPM dapat menjadi gerakan stimulan bagi masyarakat untuk melakukan upaya serupa.

“Semoga bisa jadi contoh bagi masyarakat untuk menyerahkan 152 ikan yang termasuk kategori berbahaya dan invasif,” ujar Lalu.

Gatot R Perdana, Kepala BKIPM Kota Semarang menuturkan ikan aligator memang menjadi habitat yang dilarang untuk dirawat dan dilepasliarkan sesuai PermenKP Nomor 14.

“Karena bisa berdampak buruk terhadap ekosistem tersebut serta membahayakan manusia yang ada di wilayah perairan,” ucapnya.

Ia menjelaskan 152 ikan berbahaya dan invasif di antaranya aligator, piranha, sapu-sapu, arapaima dan tiger fish. Untuk saat ini, pihaknya telah mendapatkan 10 piranha dan lima aligator dari hasil penyerahan para hobies dan DKP Jateng.

“Kami telah mengidentifikasi bahwa di Jateng terdapat beberapa jenis ikan berbahaya macam aligator dan arapaima. Ikan-ikan jenis itu setelah diserahkan kepada kami, nantinya akan dimusnahkan atau bisa juta dititipkan kepada lembaga konservasi di sejumlah daerah,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

LG Borong 31 Red Dot Award

JAKARTA- Tak hanya dari inovasi, kepiawaian LG dalam meramu produk elektroniknya juga menyentuh hingga penciptaan desain yang mengesankan. Sebagai...

CIMB Niaga Perkuat Kapabilitas OCTO Mobile Jadi Super App

JAKARTA- Seiring meningkatnya aspirasi nasabah terhadap layanan finansial berbasis digital, perbankan terus berinovasi meningkatkan kapabilitas platform digitalnya, sehingga dapat...

PGN Siapkan Pasokan dan Infrastruktur Gas Bumi di Jawa Tengah

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) telah melakukan penandatanganan Memorandum of...

XL Axiata Luncurkan Paket Keluarga ‘AKRAB’

*Berbagi Kuota, Berbagi Kebersamaan JAKARTA- Menyambut bulan Ramadan, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) meluncurkan produk inovatif yang bisa mempererat...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Realme 8 dan 8 Pro Kini Hadir di Semarang dan Yogyakarta, Dijual Mulai Rp 3,5 Jutaan

SEMARANG – Realme, merek smartphone Favoritnya Anak Muda mulai meluncurkan realme 8 dan 8 Pro, realme Buds Air 2...

Sido Muncul Sumbang Rp500 Juta Korban Banjir NTT Lewat Kemensos

JAKARTA- Banjir bandang yang melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/4/2021), telah menelan ratusan korban...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda