Distanbun Pastikan Produksi Jagung Jateng Surplus

SEMARANG- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan produksi Jagung mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, dari data yang didapatkan produksi jagung Jateng pada 2017 mencapai 3,5 juta ton.

Kepala Distanbun Provinsi Jateng, Yuni Astuti mengatakan, kebutuhan jagung di Jawa Tengah hanya mencapai 2 juta ton. Angka tersebut dari total seluruh kebutuhan jagung baik untuk industri pakan ternak maupun peternak ayam mandiri.

“Produksi jagung di Jateng cukup melimpah, dari data terakhir yang diperoleh produksi jagung sampai 3,5 juta ton, padahal kebutuhannya hanya 2 juta ton sehingga Jateng suplus jagung 1,5 juta ton,” kata Yuni Rabu (7/11).

Yuni menjelaskan, untuk jagung di Jateng juga dikirimkan ke sejumlah daerah seperti Jawa Barat. Hal ini dilakukan, untuk membantu daerah lain yang kekurangan produksi jagung.

Ditambahkan, Jateng tidak memerlukan jagung impor. Pasalnya, Jateng merupakan salah satu penghasil jagung yang cukup besar dan didistribusikan ke daerah lain untuk industri pakan ternak.

“Terkait impor jagung saya rasa Jateng tidak memerlukannya karena masih surplus. Meski begitu, saya tidak bisa menjamin apakah jagung impor ada yang masuk ke Jateng karena kewengannya ada di pusat,” tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah dalam rapat koordinasi (rakor) terbatas yang dilakukan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/11) lalu, memutuskan mengimpor jagung pakan ternak sebanyak 50.000 ton hingga 100.000 ton pada akhir tahun 2018. Hasil impor jagung ini dilakukan untuk menjaga kebutuhan para peternak mandiri. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here