Ditopang Subsektor Tanaman Pangan, Nilai Tukar Petani Jateng Naik 0,24%

Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono saat memberi keterangan pers, Senin (3/12).

SEMARANG- Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah bulan November 2018 tercatat sebesar 103,44 atau naik 0,24% dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 103,19. Peningkatan ditopang oleh sektor tanaman pangan.

Kepala Badab Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, kenaikan NTP karena lndeks Harga Yang Diterima Petani (it) naik 0,26% lebih tinggi dibanding Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib) yang naik 0,01%.

“Dari lima subsektor pertanian komponen penyusun NTP, satu subsektor yang mengalami kenaikan Indeks yaitu, subsektor Tanaman Pangan naik 2,34%. Sedangkan subsektor Iainnya yang mengalami penurunan indeks yaitu subsektor Hortikultura turun 0,57%, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 1,01%, subsektor Peternakan turun 0,97% dan subsektor Perikanan turun sebesar 0,36%,” kata Sentot, Senin (3/12).

Dikatakan, pada November 2018, komoditas yang mengalami kanaikan harga, antara lain, gabah, jagung, kacang kedelai, kencur, lale, kunyit, telur ayam res, susu sapi, betutu, gabus, mujair, nila, patin dan bawal.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain, komoditas petai, terung panjang, kangkung, belimbing, mangga, tembakau, kapulaga, tebu, sapi perah, sapi potong, domba, babi, kambing ayam buras, ayam ras pedaging, kuwe/bebara, gulamah, rajungan, kerang, kerapu, bandeng, tawes dan sidat,” ucapnya.

Dilanjutkan, dari 33 provinsi di Indonesia, pada November 2018 Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 1,74%. “Sebaliknva penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Riau sebesar 1,92%,” tandasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here