DLHK Catat Penyebab Kebakaran Lahan dan Hutan di Jateng 90% karena Ulah Manusia

Kebakaran Gunung Merbabu/istimewa.

SEMARANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah menyebut, 90% kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya terjadi karena ulah manusia.

“Salah satunya, membakar lahan tapi tidak dipantau sampai apinya habis. Tertiup angin besar, baranya menyebar,” ujar Kepala DLHK Jateng, Teguh Dwi Paryono, Kamis (26/9/19).

Salah satunya, Teguh mencontohkan kebakaran di Gunung Merbabu yang hingga hari ini tak kunjung padam. Kebetulan, di Merbabu terdapat tempat melakukan ritual.

Orang datang ritual membawa sajen dan kemudian membakar hio atau dupa, yang kemudian ditinggal dalam keadaan masih menyala.

“Nah di Merbabu itu rata-rata pohon Pinus yang getahnya menghasilkan Gondorukem atau minyak Terpentin, makanya api lebih cepat membesarnya dan lama,” katanya.

Sementara terkait pemadaman, Teguh membenarkan penundaan penggunaan Water Bombing untuk memadamkan kebakaran di Gunung Merbabu.

“Kita sudah upayakan ke Dirjen Kehutanan juga untuk bisa menganggarkan supaya bisa pakai Chopper. Tapi pusat masih fokus untuk Sumatra dan Kalimantan. Jadi kita maksimalkan secara manual,” ujarnya.

Sementara itu, Teguh membeberkan luasan yang terbakar di Gunung Merbabu telah mencapai 468 hektare. Sementara, kebakaran teranyar yang melanda kawasan di Gunung Sumbing, wilayah Temanggung belum dipetakan.

“Merbabu itu kemiringan medannya jadi kendala. Api bukan dari atas ke bawah, tapi dari bawah ke atas. Kita berdoa semoga lekas hujan dan padam,” kata Teguh.

Terkait adanya warga Boyolali yang terdampak akibat kebakaran di Gunung Merbabu, Teguh memastikan pihaknya sudah mendata. Namun, dia mengelak sebutan krisis air akibat kebakaran.

“Pipa PDAM tidak terdampak, yang terdampak itu milik warga yang kebetulan tidak dipendam dan berada di tebing dan mengalirkan dari Tuk Sipendok. Sementara masih aman dan warga juga turut membantu pemadaman,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here