Ekspor Jateng Agustus 2019 Turun 21,27 Persen

0

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat ekspor Jawa Tengah pada Agustus 2019 turun 21,27 persen dibanding Juli 2019, yaitu dari US$ 960,41 juta menjadi US$ 756,15 juta.

Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widodo mengatakan, penurunan ekspor Agustus 2019 dibanding Juli 2019 disebabkan oleh turunnya ekspor migas sebesar 73,55 persen yaitu dari US$ 208,04 Juta menjadi US$ 55,02 Juta.

Begitu pula, untuk sektor non migas juga turun sebesar 6,81 persen dan US$ 752,37 Juta pada bulan Juli menjadi US$ 701,14 juta pada bulan Agustus 2019.

“Penurunan ekspor migas disebabkan oleh turunnya ekspor hasil minyak sebesar US$ 153,02 juta dimana pada bulan sebelumnya yaitu bulan Juli 2019 sebesar US$ 208,04 juta, pada bulan Agustus 2019 menjadi US$ 55.02 Juta,” kata Sentot, Selasa(1/10/19).

Dikatakan, untuk komoditas gas, gas alam dan minyak mentah, Jawa Tengah memang tidak melalukan ekspor pada bulan ini, sama halnya pada bulan sebelumnya tidak ada ekspor untuk ketiga komoditas tersebut.

Sementara itu lanjutnya, dari sisi volume, ekspor Jawa Tengah Agustus 2019 naik 19,14 persen dibanding Juli 2019 yang disebabkan naiknya volume ekspor nonmigas sebesar 33,39 persen dari sebelumnya 241,46 ribu ton pada bulan Juli 2019 menjadi 322,09 ribu ton pada bulan Agustus 2019.

Namun kata dia, untuk ekspor migas turun 6,75 persen dari sebelumnya 132,89 ribu ton pada bulan Juli 2019 menjadi 123,92 ribu ton pada bulan Agustus 2019.

Dibandingkan dengan Agustus 2018, volume total ekspor naik 88,64 persen, dengan migas naik 2.110,48 persen, begitu pula dengan nonmigas naik 39,54 persen.

“Secara kumulatif, volume ekspor naik 4,90 persen dibanding periode Januari – Agustus 2018 yang disumbang oleh peningkatan ekspor non migas 6,65 persen, sedangkan migas turun 6,01 persen,” pungkasnya. (ZP/05)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights