Film Anak Garuda, Kisah Nyata Perjuangan Alumni Sekolah SPI yang Jadi Kenyataan

Jumpa pers alumni Sekolah Pagi Indonesia di Semarang, Selasa (19/10/19).

SEMARANG – Kisah Sekolah Pagi Indonesia (SPI) di Batu Malang Jawa Timur pada awal 2020 akan disajikan dalam sebuah film inspiratif berjudul Anak Garuda. Nantinya film tersebut akan menceritakan kisah perjalanan 7 alumni SPI dari keluarga miskin yang mampu meraih prestasi terbaiknya.

Pendiri SMA dan Sekolah Tinggi Kewirausahaan Selamat Pagi Indonesia Julianto Ekaputra ketika mengatakan, terwujudnya flim Anak Garuda berawal dari salah satu perusahaan yang ingin mengangkat cerita SPI menjadi sebuah flim.

“Terdapat perusahaan yang tertarik mengangkat kisah murid SPI yang bermula dari sekolah keluarga miskin, ditertawakan lingkungan, mengalami kepahitan hidup namun dalam prosesnya tumbuh menjadi pengusaha muda yang sukses,” katanya, Selasa (29/10/19).

Dia menjelaskan, SPI merupakan sekolah gratis bagi keluarga kurang mampu dan mempunyai riwayat hidup yang tidak mengenakan. Namun, dengan metode pembelajaran yang diterapkan, kini para siswa yang berasal dari berbagai daerah tersebut dapat menjadi pribadi yang tangguh, ulet dan kreatif ketika berada di masyarakat.

“Kurikulum pendidikan ikut Diknas, namun kami perbanyak prakteknya. Kita dorong siswa yang masih berusia remaja untuk percaya diri, bahwa kemiskinan, pengalaman pahit kehidupan tidak menghalangi mereka untuk sukses, itu yang kami angkat di film Anak Garuda,” ujarnya.

Julianto juga menceritakan, setiap tahun SPI selalu menolak murid baru dikarenakan terbatasnya kuota yang tersedia. Setiap tahun pihaknya menerima formulir pengajuan sebanyak 350 calon siswa, namun daya tampung setiap angkatan hanya 90 siswa.

“Pada tahun 2007 saat awal SPI tingkat SMA dibuka , murid kami hanya sekitar 30 siswa, bertambahnya tahun jumlah calon murid pun meningkat. Kini selain memiliki sekolah tingkat SMA dan sekolah tinggi kewirausahaan, kami selalu menolak pengajuan siswa baru. Adapun untuk operasional sekolah, asrama dan makas siswa kami gratiskan tentu dengan bantuan berbagai donatur,” ucapnya.

Sementara itu salah satu pemain Film Anak Garuda yang juga alumni SPI Sheren Della Sandra mengemukakan, keterbatasan ekonomi dan permasalah hidup tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak percaya diri. Menurutnya, tantangan untuk diselesaikan bukan malah menjadi penghalang.

“Di SPI kami diajarkan untuk terjun langsung untuk menghadapi persoalan hidup secara mandiri. Dimulai dari membersihkan asrama, kamar mandi dan kejenjang tantangan yang disesuaikan dengan kapasitas diri. Dari itu nanti muncul percaya diri, sikap optimis dan berpikir kreatif akan persoalan yang dihadapi,”

Sheren yang berasal dari Madiun tersebut juga berharap, flim Anak Garuda dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk sukses dengan bidangnya masing-masing. Dikatakan, jika mempunyai tekad yang kuat, semua persoalan maupun tantangan akan terselesaikan. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here