Ingin Magang ke Jepang, Pemuda Didorong Pelajari Dulu Budaya dan Bahasanya

SEMARANG – Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi meminta kepada kalangan remaja yang berniat bekerja ke Jepang untuk terlebih dulu mendalami budaya dan bahasa masyarakat di sana.

Menurutnya, tanpa memiliki “pegangan”, calon tenaga kerja Indonesia akan kesulitan menyesuaikan diri dengan kultur masyarakat Jepang yang memiliki etos kerja tinggi.

“Pertama kalau ingin berangkat ke Jepang yang paling tidak dibekali dengan pemahaman kebudayaan dan bahasa Jepang. Kedua pendidikan keahlian sehingga tenaga kerja yang dikirim ke sana harus punya keterampilan,” ujarnya, Kamis (7/3/19).

Dikatakan, pergi ke Negari Bunga Sakura itu tidak cuma untuk mencari pekerjaan, namun juga bisa menciptakan kualitas hidup dalam pengetahuan dan pendidikan .

“Kalau kita mempunyai keterampilan yang bagus, orang Jepang pun dapat menghargai tenaga kerja dari Indonesia,” ucapnya.

Kepala SMK 8, Luluk Wibowo menambahkan, ada beberapa ciri khas khusus untuk persiapan calon pemagang ke Jepang.

Carediper merupakan pelayanan khusus dengan program empat tahun dan kebetulan saja di Jateng baru ada satu dan di Indonesia baru ada dua di Sentul, Bogor yakni SMK Darmawan.

Ia juga menjelaskan carediper merupakan keterampilan utama khusus guna melayani perawatan lansia dan kesehatan yang menjadi dasarnya.

Sementara Dinas Pendidikan, Hari mengemukakan, untuk program magang telah sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 9/16 tentang Revitalisasi SMK.

“SMK diminta menjelaskan kurikulumnya, punya mitra yang sudah berkerja sama dengan berbagai industri,pemenuhan guru-guru keterampilan yang mendidik,guna  mnjadikan anak-anak yang berkompeten yang artinya mempunyai sertifikat kompetensi,” tandasnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here