UmumTransportasiJalan Tol Solo - Yogyakarta Batal Lintasi Prambanan, Ini...

Jalan Tol Solo – Yogyakarta Batal Lintasi Prambanan, Ini Penyebabnya

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG- Proses penyusunan trase jalur tol Solo – Yogjakarta saat ini telah selesai. Sesuai konsep, rute infrastruktur penghubung antar provinsi ini batal melintasi kawasan cagar budaya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY).

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Jateng, Peni Rahayu mengatakan, sesuai trase yang diperlihatkan kepada pihaknya dan pemprov DIY, jalur tol Solo – Yogjakarta sudah bergeser jauh. Atau tak lagi melintasi kawasan cagar budaya Candi Prambanan seperti perencanaan awal.

“Sudah bergeser jauh, saya tidak hafal ya. Dari arah Klaten itu sudah mulai belok, karena juga sudah dikomunikasikan dengan Balai Purbakala dan itu sudah di luar garis cagar budaya,” kata Peni, Jumat (25/1).

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, menolak apabila jalur Tol Solo-Jogja melintasi area cagar budaya Candi Prambanan yang letaknya di perbatasan antara Jateng dan DIY. Alasannya, agar tak merusak situs-situs penting di sana. Usulan ini pun didukung penuh oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Susunan trase ini, lanjut Peni, juga sudah ditunjukkan ke pihak pemerintah kabupaten/kota yang dilintasi tol ini. Meliputi, Boyolali, Karanganyar, dan Klaten.

“Kami sudah menyusul jadwal kemarin, akhir bulan ini (pemerintah) kabupaten/kota harus sudah memberikan persetujuan atas trase tadi. Benar-benar mereka harus menghitung dan menyesuaikan dengan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten/Kota,” ucapnya.

Dikatakan, setelahnya, pada bulan Februari 2019, dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) baru mulai disusun. Karena ini lintas provinsi, maka tugas tim penilainya murni menjadi kewenangan pemerintah pusat, yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Ini memang agak lama karena menyangkut dua provinsi. Masing-masing provinsi hanya anggota tim teknisnya. Kalau itu (AMDAL dan izin lingkungan) paling cepat enam bulan, berarti sampai Juli, baru penloknya (penetapan lokasi) baru dikeluarkan. Bisa sendiri-sendiri permohonannya masing-masing pemda,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Penerimaan Pajak Jateng I Capai Rp 24 Triliun hingga November 2021

SEMARANG - Kinerja penerimaan Pajak Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I hingga tanggal 30 November 2021 tercatat adanya pertumbuhan...

Erick Thohir Tunjuk Darmawan Prasodjo Jadi Direktur Utama PLN

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021 memutuskan mengangkat dan menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama...

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau Kesiapan Sarfas Pertamina

SEMARANG - Guna memastikan seluruh kegiatan operasi dan layanan kepada masyarakat berjalan dengan lancar di tengah kondisi pandemi, Komisaris...

PLN Berikan Gerobak Motor Listrik Kepada UKM, Tingkatkan Produktivitas

SEMARANG – PLN memberikan bantuan gerobak motor listrik kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Jawa Tengah...
- Advertisement -spot_imgspot_img

SWI Minta Masyarakat Waspadai Penawaran Aset Kripto

JAKARTA - Satgas Waspada Investasi (SWI) meminta masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi aset kripto yang saat ini marak agar...

PGN Siap Kembangkan Pasar Gas Bumi Jawa Tengah

JAKARTA - Dalam rangka mewujudkan penyediaan gas bumi untuk Jawa Tengah, PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda