Jateng Optimalkan Pemanfaatan Panas Bumi untuk Ketahanan Energi

0
Dua petani berjalan di perladangan melintasi sumur panas bumi (geothermal) pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jateng, Selasa (7/6). pembangkit listrik ditargetkan mencapai 3.583 MW pada 2014. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/Koz/pd/11.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengoptimalkan pemanfaatan energi panas bumi untuk ketahanan energi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwi Atmoko mengatakan, saat ini sejumlah pembangkit listrik tenaga panas bumi di wilayah Jateng terus menunjukkan perkembangan yang baik.

Disebutnya, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng yang dikelola PT Geo Dipa Energi (Persero) telah melakukan pembangunan PLTP small scale Dieng yang dapat memproduksi listrik hingga 10 MW.

Proyek PLTP small scale ini merupakan yang pertama di Indonesia yang ditargetkan beroperasi secara komersial akhir tahun 2020.

“Pemanfaatan listrik dari energi panas bumi kita progresif, hari ini mulai pembangunan penambahan PLTP Dieng sebesar 10 MW dan untuk PLTP Baturraden sudah konsentrasi berapa kapasitasnya,” kata Sujarwanto, Senin (26/8/19).

Dikatakan, saat ini untuk PLTP di Bandungan, Kabupaten Semarang juga telah digarap oleh PLN yang sebelumnya dipegang pihak swasta.

“PLTP di Bandungan juga sedang persiapan lagi, dulu investasi swasta saat ini sudah digarap oleh PLN,” ucapnya.

Disebutnya, potensi energi panas bumi di Jateng sangat besar, bahkan kapasitasnya mencapai 550.000 MW.

Namun demikian, kata dia sejauh ini baru ada empat wilayah yang bisa dilakukan pengembangan panas bumi yakni di Dieng, Baturraden, Bandungan dan Telomoyo.

“Potensi di Jateng sangat besar karena berasosiasi dengan gunung Merapi, kita punya kapasitas hingga 550.000 MW,” tandasnya. (ZP/05)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights