Jateng Potensial Pengembangan Industri Kayu

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat kunjungan di PT Kayu Lapis Indonesia di Desa Mororejo, Kaliwungu, Kendal, Selasa (29/1)/istimewa.

SEMARANG- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut, Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk pengembangan industri kayu. Pasalnya Jateng memiliki potensi hutan rakyat yang sangat bagus.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya mengatakan, dengan jalinan erat pengusaha kayu dengan masyarakat kawasan hutan di Jateng, KLKH meyakini impian Indonesia untuk menjadi raja sektor perkayuan dunia bakal terealisasi. Terlebih potensi bagus hutan rakyat di Jawa Tengah dikelola dengan baik.

Menurutnya tidak ada alasan untuk tidak maju bagi pelaku usaha perkayuan, Jawa Tengah khususnya. Karena besarnya dukungan masyarakat kawasan hutan pada industri kayu.

“Kita bangkitkan industri kayu bersama hutan rakyat. Di Jawa Tengah hutan rakyat begitu hebat. Nah perpaduan ini kita awali dari sini,” katanya di Semarang, Selasa (29/1).

Dikatakan, saat ini dari total luasan hutan Jateng 1,387 juta hektare, sebanyak 740 ribu hektare merupakan  hutan rakyat. Komoditas yang diproduksi setiap tahunnya yang terbesar adalah kayu jati 175.000 m3, kemudian mahoni, sonokeling dan sonokembang sebesar 80 m3, serta getah pinus sebesar 40.000 ton.

“Itu sebabnya hutan sosial dikembangkan untuk masyarakat. Kalau dulu rakyat menanam hanya di lahannya sendiri, sekarang bisa menang di hutan sosial. Ada prosedur yang harus ditaati. Industri kayu nasional harus bangkit,” tegasnya.

Gubernur Ganjar Pranowo berharap dengan potensi tersebut pengusaha juga melakukan transfer manajemen agar masyarakat kawasan hutan mampu mengelola dengan baik. Selain itu Ganjar menekankan, apapun yang akan dilakukan harus sesuai aturan main.

“Semua ikut regulasi agar kita berjaya di dunia. Kita harus jadi rajanya kayu dunia. Biasanya kita dihajar dengan isu lingkungan. Sekarang tugasnya diplomasi untuk mengatakan bahwa kita sesuai regulasi,” ungkap mantan anggota DPR RI ini.

Gubernur mengatakan sektor perkayuan menjadi salah satu kekuatan pembangkit perekonomian Indonesia. Namun saat ini peran penting saja tidak cukup. Harus ada dukungan dari pembuat regulasi dan utamanya dari akademisi.

“Saya berkeliling hutan Indonesia ketika di komisi II DPR RI, saya sedih bagaimana industri kita diklaim. Sekarang harus kita upayakan research and development. Industri kita back up. Ini kan kekuatan kita. Industri harus jalan. Ini konsolidasi anak bangsa. Produksi kayu lapisnya luar biasa. Ini yang membuat kita makin bangga, dan jadikan titik kuantum untuk lompatan. Tentu kita mendorong masyarakat dan pembuat regulasi agar ramah lingkungan,” ujarnya.

Potensi alam dan keilmuan itu, imbuh Ganjar, masih ditambah dengan kondisi bangsa yang saat ini dipegang oleh orang yang sangat paham hutan dan kayu.

“Ini momentum bagi tukang kayu. Presiden kita tukang kayu. Layaknya sarjana hutan, Pak Jokowi keliling Indonesia dan sekarang memimpin negeri ini. Kalau hari ini tidak berhasil, saya tidak tahu apakah Industri kayu akan berjaya. Anda layak menjadi raja di negeri sendiri dan dunia,” tandas alumnus UGM ini. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here