UmumPendidikanJateng Tidak Gunakan Lagi SKTM di PPDB 2019

Jateng Tidak Gunakan Lagi SKTM di PPDB 2019

-

- Advertisment -spot_img
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Bambang Supriyono saat memberikan keterangan pers, Selasa (26/3/19).

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di tahun 2019 ini tidak akan menggunakan lagi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai persyaratan utama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Bambang Supriyono mengatakan, tahun ini PPDB di Jateng akan kembali dilakukan dengan sistem zonasi. Jarak terdekat dengan sekolah menjadi pertimbangan untuk menerima calon siswa.

Disebutnya, SKTM nantinya akan lebih digunakan ketika siswa telah masuk sekolah terkait, yakni ketika siswa ditarik uang kontribusi bisa menunjukkan SKTMnya.

“SKTM tetap digunakan, namun bukan untuk syarat masuk melainkan digunakan saat siswa ditarik bayaran atau membayar kontribusi terhadap sekolah. Kalau keluarga tidak mampu maka wajib dibebaskan,” ujarnya, Selasa (26/3/19).

Dikatakan, sistem zonasi yang diterapkan diharapankan dapat terbentuk pemerataan pendidikan di Provinsi ini. Ditambah bisa menghemat biaya sekolah karena jaraknya lebih dekat.

“PPDB tidak mengacu lagi pada nilai, tapi kedekatan siswa dengan sekolah. Diutamakan di situ agar terjadi pemerataan prestasi. Siswa dekat dengan sekolahnya bisa hemat biaya transportasi, siswa bisa menjaga keamana ketertiban sekolah, dan masyarakat akan meras ikut memiliki sekolah,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jateng, Ahmadi mengemukakan, syarat SKTM sebelumnya banyak disalahkan gunakan oleh masyarakat dari kalangan mampu, sehingga dievaluasi agar tepat sasaran.

Adanya sistem zonasi tersebut, lanjutnya anak yang berada di sekolah terdekat di manapun akan diterima dan mendapatkan kepastian layanan pendidikan.

“Melalui zonasi pemerintah memastikan seluruh warga negara mendapatkan pendidikan layak. Tidak ada dikotomi kaya miskin semuanya memiliki kesempatan sekolah,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

PLN Siap Serap Listrik 5 MW dari PLTSa Terbesar di Jawa Tengah

SURAKARTA - PT PLN (Persero) siap menyerap listrik sebesar 5 megawatt (MW) yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)...

‘CB150R Charity’ Kumpulkan Rp8 Juta Untuk Anak Disabilitas

SOLO – Astra Motor Jateng bersama dengan Trooper Custom resmi mengakhiri program “CB150R Charity Ride” dengan melakukan live Instagram...

Dukung Energi Hijau, PLN Siap Serap Listrik dari PLTSa Terbesar di Jateng

SURAKARTA- PT PLN (Persero) siap menyerap listrik sebesar 5 megawatt (MW) yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Surakarta...

Hotel Santika Pekalongan Rutin Gelar Simulasi Pemadam Kebakaran

PEKALONGAN - Hotel Santika Pekalongan Sebagai salah satu hotel berbintang yang ada di Kota Pekalongan menggelar Simulasi Fire Drill...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Indosat Ooredoo Hutchison Siap Jadi Perusahaan Telekomunikasi Paling Dipilih di Indonesia

SEMARANG – Indosat Ooredoo Hutchison telah mengumumkan penyelesaian penggabungan usaha pada 4 Januari 2022 lalu, setelah menerima semua persetujuan...

Membanggakan, Desa Wisata Bakti BCA Torehkan Prestasi Gemilang

JAKARTA– PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) melalui program Corporate Social Responsibility senantiasa berkomitmen memberikan kontribusi bagi negeri ini....

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda