Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok di Semarang Mulai Naik

Penjual Daging Ayam, Kamsiyah tengah melayani pembeli yang datang, Rabu (1/5/19).

SEMARANG – Menjelang Ramadhan 1440 H, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Semarang mulai mengalami kenaikan yang bervariasi dibandingkan hari biasanya.

Pantauan di Pasar Karangayu Semarang Rabu (1/5/19), harga daging ayam tercatat naik Rp 2.000 per kilogram menjadi Rp 35.000 – Rp 36.000 per kilogram. Harga cabai rawit naik menjadi Rp 24.000 per kilogram dari Rp 20.000 per kilogram.

Harga bawang putih yang sebelumnya turun Rp 50.000 per kilogram, naik kembali menjadi Rp 60.000 per kilogram.

Pedagang di Pasar Karangayu, Yati (60) mengatakan, tidak tahu pasti penyebab kenaikan bawang putih tersebut. Padahal menurutnya stok bawang putih justru melimpah namun harganya justru naik.

“Kalau bawang putih kan stok banyak, tapi masih mahal. Tidak tahu bisa naik,” ujar Yati saat ditemui di sela-sela melayani sejumlah pembeli yang ada.

Dikatakan, pembeli yang datang pun akhirnya mengurangi jumlah pembelian bahan dibandingkan biasanya. Hal itu membuat pendapatannya mengalami penurunan.

“Pembeli sepi kalau naik. Mudah-mudahan harga bisa stabil, tidak naik turun terus menerus,” ucapnya.

Penjual Daging Ayam, Kamsiyah mengemukakan, kenaikan harga daging ayam yang terjadi merupakan hal biasa menjelang Ramadhan.

Menurutnya, meski stok melimpah pun harga akan tetap naik karena permintaan masyarakat tinggi. “Biasa kalau mau puasa seperti ini. Nanti juga naik lagi pas mau lebaran dan setelah lebaran,” katanya.

Salah seorang pembeli daging ayam, Hartono mengatakan, meski terjadi kenaikan harga ia tetap membeli daging ayam tersebut karena sudah menjadi kebutuhan utama.

“Tetap beli, mahal ya wajar. Ini kan mau puasa, yang beli juga tetap ada,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang daging sapi Makyem menyebutkan, jika tidak ada kenaikan harga yang terjadi pada daging sapi. Saat ini harganya masih wajar yakni Rp 100.000 – Rp 110.000 per kilogramnya.

“Ini daging sapi biasa-biasa saja. Belum naik masih normal. Nanti saat sudah puasa naik ya tidak tahu. Namun biasanya naik,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here