JNE Cegah Virus Corona Demi Pelanggan

Pelayaan dan proses pengiriman JNE hingga saat ini dipastikan masih berjalan normal.

SEMARANG – JNE terus melakukan berbagai persiapan untuk mencegah penyebaran virus corona sekaligus mempertahankan kualitas pelayanannya.

JNE pun memulai pencegahan dengan peningkatan peralatan kesehatan dan kebersihan, khususnya untuk para karyawan frontliner yang bertemu langsung dengan pelanggan mau pun tim yang menangani paket selama dalam proses pengiriman.

Para karyawan tersebut, seperti kurir, petugas Sales Counter, receptionist, tim keamanan, dan yang lainnya dalam bidang operasional.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi mengatakan, berbagai peralatan dan fasilitas juga ditambah serta disediakan di Kantor Pusat, Kantor Cabang, dan Gedung Operasional JNE, seperti alat cek suhu tubuh, masker, sarung tangan, cairan pencuci tangan steril, serta tempat mencuci tangan dengan air mengalir.

Pelanggan yang datang pun akan diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dulu sebelum melakukan transaksi pengiriman paket.

“Langkah pencegahan penyebaran virus corona dijalankan dengan dimulai dari diri sendiri, yaitu internal perusahaan. Diawali dengan peningkatan kebersihan untuk menjaga kesehatan para ksatria dan srikandi JNE yang terus mengemban amanah pengiriman semua paket pelanggan di tengah situasi saat ini,” ujar Feriadi, Kamis (19/3/20).

Dia mengatakan, JNE juga membentuk gugus tugas khusus untuk pengawasan di Kantor Pusat dan seluruh Kantor Cabang dan melakukan sterilisasi seluruh area kerja menggunakan cairan disinfectan.

Penyemprotan cairan tersebut dilakukan di area-area dimana sering digunakan oleh karyawan mau pun pelanggan, seperti musholla, ruang tunggu, toilet, dan yang lainnya.

Feriadi menambahkan bahwa proses pengiriman JNE hingga saat ini masih berjalan normal.

“Hal tersebut karena, selain pelanggan retail yang dihimbau pemerintah untuk mengurangi aktifitas diluar rumah, JNE pun harus selalu siap memenuhi kebutuhan banyak pelanggan perusahaan, termasuk perusahaan di bidang kesehatan dengan jenis paket berupa alat kesehatan mau pun obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Walaupun belum ditemukan penularan virus corona lewat barang, seperti yang dijelaskan oleh berbagai pihak, yaitu Kominfo, LIPI, WHO, dan yang lainnya, namun upaya pencegahan juga dapat dilakukan oleh tiap penerima paket.

“Agar upaya pencegahan infeksi virus corona makin maksimal, maka JNE menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk membersihkan atau mencuci isi paket sebelum digunakan,” ucapnya.

Selain peningkatan fasilitas di bidang kesehatan, JNE pun terus menjaga kualitas sektor IT perusahaan agar dapat terus bekerja optimal. Feriadi juga menyampaikan bahwa JNE akan mematuhi pemerintah terkait himbauan Work From Home.

“Ada sektor-sektor dalam perusahaan yang memungkinkan karyawan untuk bekerja di rumah. Untuk itu performa IT harus terus terjaga,” ungkapnya.

Feriadi menjelaskan bahwa hal ini agar penyediaan seluruh data yang dibutuhkan secara real time terus berjalan dengan maksimal dalam situasi saat ini.

“Bukan hanya untuk internal, pertukaran data dari JNE dengan platform milik semua mitra secara cepat dan akurat harus terus terjaga agar konetivitas antara seller dengan buyer, e-commerce platform, teknologi keuangan, serta yang lainnya, tetap lancar,” katanya.

Seperti banyak perusahaan lainnya, JNE pun tetap semangat dan optimis dalam menghadapi penyebaran virus corona agar perekonomian dalam negeri tetap berjalan dengan optimal.

“Berdasarkan data dari Asperindo, penurunan barang dari luar negeri terjadi sekitar 5% – 10%. Namun, ini menjadi momentum bagi UKM dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, demi Indonesia yang sehat dan kuat,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here