KAI Daop 4 Semarang Siap Hadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru

SEMARANG- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang siap menghadapi masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru). Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan para penumpang kereta api tersebut.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto mengatakan, masa angkutan Nataru ditetapkan selama 18 hari yakni mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Diprediksi puncak lonjakan penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang akan terjadi sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 25 Desember 2018 sebanyak 25.679 penumpang dan 1 Januari 2019 sebanyak 26.312 penumpang.

“Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai PT KAI Daop 4 Semarang dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan,” ujar Suprapto, Senin (10/12).

Disebutnya, selama masa Nataru tersebut, PT KAI Daop 4 Semarang akan mengoperasikan total 82 perjalanan KA penumpang dengan total kapasitas tempat duduk berjumlah 44.348 setiap harinya.

Daop 4 Semarang juga akan mengoperasikan 12 KA tambahan dengan total kapasitas seat sebanyak 6.976 per hari. KA tersebut sebagian besar mulai beroperasi pada 20 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019. Pada beberapa KA seperti Brantas Tambahan, operasionalnya akan dimulai sejak 13 Desember 2018.

“Masyarakat yang ingin mendapatkan tiket KA tambahan tersebut dapat melakukan pembelian di seluruh channel resmi penjualan tiket kereta api sejak tanggal 16 November 2018 yang lalu, antara lain aplikasi ponsel resmi KAI yakni KAI Access, situs kai.id, Contact Center 121/ (021) 121, loket, maupun channel eksternal yang telah bekerja sama dengan KAI seperti gerai minimarket, Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, agen resmi dan lain-lain,” ucapnya.

Ditambahkan, selama angkutan Nataru, PT KAI Daop 4 Semarang juga menyiapkan 173 personel keamanan yang terdiri dari 99 personel Polsuska (keamanan internal KAI), 8 personel TNI, 4 personel Pawang K-9 untuk mengoperasikan 2 unit K-9, dan 62 personel Brimob.

“Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta,” terangnya.

Dilanjutkan, dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya PT KAI Daop 4 Semarang bersiap siaga untuk daerah-daerah rawan bencana alam.

PT KAI Daop 4 Semarang mendeteksi sebanyak 6 titik yang menjadi kewaspadaan karena potensi rawan berupa banjir pada jalur rel di wilayahnya sepanjang 656 Km dari Tegal – Cepu – Gundih.

Enam titik yang menjadi kewaspadaan dan dijaga 24 jam tersebut diantaranya 1 titik antara Stasiun Plabuan – Stasiun Krengseng, 3 titik diantara Stasiun Plabuan – Stasiun Kuripan, 1 titik diantara Stasiun Kuripan – Ujung Negoro dan 1 titik antara Semarang Tawang – Alastua.

“Untuk itu, pihak PT KAI Daop 4 Semarang menyiapkan strategi manajemen resiko bernama “AMUS” (Alat Material Untuk Siaga). AMUS ini diantaranya berupa penyiapan alat pemelihara rel jenis MTT, batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel, dan para personil perawatan prasarana yang siap 24 jam di titik-titik yang telah ditentukan,” terangnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here