UmumKesehatanKasus DBD di Kota Semarang Turun Drastis, Dari 299...

Kasus DBD di Kota Semarang Turun Drastis, Dari 299 Jadi 68

-

- Advertisment -spot_img

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mada Gautama saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (7/11) – Zikan.

SEMARANG- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2018 tercatat terjadi 68 kasus, jumlah ini turun drastis dibandingkan tahun 2017 yang sebanyak 299 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mada Gautama mengatakan, dari 68 kasus yang terjadi pada tahun 2018 ini, 1 di antaranya meninggal dunia.

“DBD di kota Semarang Alhamdulillah ini sudah menurun drastis. Kita se Jateng rangking 22, dan sampai bulan ini semoga tidak tambah lagi satu orang meninggal dunia,” kata Mada Gautama, Rabu (7/11).

Dikatakan, pencapaian itu merupakan kerjasama antar semua pihak, baik Pemerintah Kota Semarang, Dewan, Dinas terkait dan peranan masyarakat, yang senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta bahu membahu membersihkan genangan air yang dapat memicu pertumbuhan jentik-jentik nyamuk.

“Sekarang sudah rendah semua hampir semua wilayah di Kota Semarang. Jumlahnya sudah berkurang banyak berkat kegiatan baik dari PKK, kelurahan, kecamatan, Forum Kota Sehat, dan masyarakat yang mana semuanya bahu membahu, bahkan anak-anak sekolah juga gencar memeriksa keberadaan jentik-jentik nyamuk,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap, jumlah tersebut tidak bertambah, bahkan bisa semakin berkurang, tidak hanya kasus DBD namun semua kasus penyakit dapat berkurang.

Meskipun dimikian, selama ini kata dia, masih ada pandangan yang salah di masyarakat terkait tempat-tempat jentik nyamuk. Banyak masyarakat yang berpandangan bahwa jentik nyamuk berkembang pada selokan dan air yang kotor, padahal jentik itu justru berkembang di genangan air yang bersih.

“Kita harus waspada genangan air jernih, nyamuk justru sukanya kan di air yang jernih, bukan air kotor. Ini ada salah persepsi ketika ada gotong royong kemudian yang dibersihkan selokan, nah itu salah besar. Yang harus diperhatikan justru tempat-tempat seperti fas bunga, dispenser, belakang kulkas, tempat bendera, itu enggak kelihatan tapi sering jadi sarang nyamuk,” ucapnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Pertamina Siagakan Agen dan Pangkalan LPG

*Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H SEMARANG– Menyambut Idul Fitri 1442 H, Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah menetapkan...

PLN Berikan Bantuan Listrik Gratis di Jawa Tengah

SEMARANG - PLN memberikan bantuan penyambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Jawa Tengah. Bantuan...

Pakai Smartfren di Realme C21 Ada Bonus Kuota 384 GB Hingga Hadiah Smart TV

JAKARTA - Smartfren kembali menghadirkan paket bundling terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kali ini pelanggan yang membeli smartphone Realme...

XL Axiata Donasikan 100 Laptop ke Belasan Pesantren

BOYOLALI -  PT XL Axiata (XL Axiata) menyalurkan donasi 100 unit laptop dan sarana akses internet untuk 12 pondok pesantren...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Apindo Semarang Jamin Perusahaan Bayar THR Secara Penuh

SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang memastikan perusahaan di kawasan ini akan membayar Tunjangan Hari Raya (THR)...

Dipimpin Evolusi OLED, Lini TV LG Tahun 2021 Siap Meluncur

JAKARTA - PT LG Electronics Indonesia (LG) mengeluarkan pernyataan kesiapan perusahaan dalam memperkenalkan lini TV terbarunya di tahun ini....

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda