Ekonomi BisnisKenaikan Surat Muatan Udara Beratkan Pelaku UMKM Semarang

Kenaikan Surat Muatan Udara Beratkan Pelaku UMKM Semarang

-

- Advertisment -spot_img

Salah satu stand dari Kabupeten Kudus, Jawa Tengah dalam kegiatan Jateng Smesco Expo, yang memamerkan produk olahan khas dari Parijotho/Zikan.

SEMARANG- Kenaikan Surat Muatan Udara (SMU) sejumlah maskapai penerbangan turut berimbas kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Semarang.

Ketua kamar dagang dan industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, kenaikan SMU tersebut berdampak sangat berat bagi pelaku UMKM kota ini lantaran pembelian produknya menjadi sepi.

“Efek dominonya nanti juga akan dirasakan pelaku UMKM, yakni mereka yang memporduksi oleh-oleh ataupun menjual oleh-oleh, karena daya beli wisawatan turun dengan tingginya biaya bagasi atau kargo,” katanya, Senin (28/1).

Dikatakan, saat ini beban naiknya tarif SMU tersebut memang masih bisa diakali dengan pengiriman melalui jalur darat. Namun demikian tentu hal itu tidak akan bisa menjadi solusi jangka panjang.

“Salah satunya lewat transportasi darat untuk menekan biaya bagasi, namun kalau jangka panjangnya belum tahu nantinya akan berimbas seperti apa,” ucapnya.

Disebutnya, saat ini Kadin Kota Semarang sendiri membawahi sebanyak 500-an pelaku UMKM. Dengan jumlah sebanyak itu pihaknya berharap agar ada kebijakan lebih lanjut oleh Pemerintah Pusat terkait dengan harga tiket pesawat sekaligus harga SMU dan harga bagasi.

“Tentunya harus ada solusi melalui kebijakan pemerintah, agar dampaknya tidak kepada UMKM,” paparnya.

Sementara Wakil ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Bambang Mintosih menambahkan jika penambahan biaya bagasi, sekaligus kenaikan SMU yang dilakukan oleh maskapai penerbangan dipastikan akan berdampak pada omset penjulan pusat oleh-oleh.

“Harus ada kajian ulang tentang pembebanan bagasi bagi penumpang pesawaat, jika terus dilakukan ditakutkan akan berimbas pada sektor UMKM dan pusat oleh-oleh ditempat wisata. jika dilanjutkan orang akan males belanja, ini yang bahaya mereka ngga akan beli oleh-oleh,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

PLN UP2D Garap Pemeliharaan Kubikel GI Mranggen

SEMARANG- PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Tengah dan DIY, pada Minggu (21/11/2021) telah melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin...

BCA Hadirkan Bakti Sosial Operasi Katarak Bersama Perdami

PURWOKERTO, 27 November 2021 – Katarak menjadi salah satu penyebab kebutaan bagi indera penglihatan yang dapat diderita siapa saja....

DPD MKGR Jawa Tengah Dukung Airlangga Hartarto Jadi Presiden

SEMARANG - Pelantikan Pengurus DPD Ormas MKGR Jawa Tengah digelar di Ballroom Hotel Santika Kota Semarang, Sabtu (27/11/2021). Sebelumnya, Musda...

SGM Eksplor Apresiasi Guru Bersama Alfamart

JAKARTA - Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Ada Pameran SAUTO Expo di Mal Ciputra Semarang, Deretan Mobil Baru Turut Dihadirkan

SEMARANG - Deretan mobil terbaru bakal dipamerkan dalam SAUTO Expo di atrium Mal Ciputra Semarang pada 26 November hingga...

200 Pedagang Pasar Kaliwungu Kendal Gunakan Transaksi Digital QRIS

KENDAL - Sebanyak 200 pedangang di Pasar Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah sudah menggunakan transaksi digital dengan Quick Response...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda