Kisah Yogi Triyono Jadi Kru Lepas Sandar Kapal BBM Pertamina, Siaga 24 Jam hingga Tahan Mabuk Laut

0
YogibTriyono, kru Mooring Boat di PT Pertamina Trans Kontinental Semua.

SEMARANG – Bagi yang penasaran bagaimana rasanya menjadi seorang kru pembantu lepas sandar kapal tangker PT Pertamina bisa mulai berkenalan dengan Yogi Triyono.

Pria yang sudah mengabdi di Pertamina selama 13 tahun tahun ini membagikan kisahnya bagaimana menjadi seorang kru pembantu lepas sandar kapal tangker Pertamina di Tanjung Emas, Semarang.

Yogi Triyono merupakan seorang juru minyak di kapal Mooring Boat Patin 03 di bawah di bawah PT Pertamina Trans Kontinental.

Pria asal Cilacap, Jawa Tengah ini menceritakan menjadi seorang kru Mooring Boat yang membantu lepas sandar kapal tangker Pertamina memiliki tantangan tersdiri.

Ia mengatakan, kru di Mooring Boat harus siap sedia selama 24 jam menanti kapal tangker Pertamina yang datang membawa BBM untuk di salurkan ke seluruh wilayah Jawa Tengah Utara.

Tidak hanya itu, kesehatan juga harus dijaga karena cuaca di laut yang mudah berubah kapanpun. Hujan, angin dan ombak besar tidak jarang akan datang menghampiri.

“Kendala biasanya cuaca buruk, kita kalau connect tali pakai Mooring Boat akan sangat susah dan berbahaya,” kata pria yang sudah berumur 38 tahun itu, Selasa 9 November 2021.

Disebutnya, ombak besar dan angin kencang biasanya terjadi saat bulan Desember tiba. Ombak yang datang bisa mencapai tiga meter yang akan cukup mudah menggoyangkan kapal Mooring Boat.

“Kalau posisi ombak dua hingga tiga meter, angin juga biasnya sangat kencang. Kalau kita paksakan tali yang dari Single Point Mooring (SPM) bisa putus,” ujar pria dua anak ini.

Tak jarang, saat bertugas ia maupun kru lain juga mabuk laut meskipun sudah terbiasa.

Ia mengatakan, pekerjaan yang dilakoni sudah menjadi tanggungjawab yang harus diemban demi ikut membantu kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah Jateng Utara.

Sementara kapal yang datang biasanya memiliki ukuran yang cukup besar dan panjangnya bisa 30 meter.

Kapal tangker yang mengangkut berbagai jenis BBM tersebut akan datang silih berganti selama sebulan sebanyak 20 – 24 kapal, bahkan bisa lebih.

Kapal yang datang tersebut kemudian akan dipandu sampai sukses hingga tersambung ke SPM agar BBM bisa tersalurkan ke pipa bawah laut menuju terminal BBM Pengapon Semarang.

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights