NasionalLaskar PLN : Kami telah bekerja keras memulihkan sistem...

Laskar PLN : Kami telah bekerja keras memulihkan sistem kelistrikan

-

- Advertisment -spot_img

Ilustrasi

Jakarta –  Gangguan Saluran Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Ungaran – Pemalang yang menyebabkan beberapa daerah di Jakarta, Jawa Barat dan Banten saat ini sudah pulih. Masyarakat sudah bisa tenang dalam menjalankan aktivitasnya.

Upaya pemulihan jaringan listrik yang bisa dilakukan dengan cepat tidak lepas dari kerja petugas PLN yang bekerja keras siang malam untuk melakukan perbaikan jaringan yang terganggu.

Ketua Umum Serikat Pekerja Laskar PLN Tonny Ferdianto  mengaku, para petugas Laskar PLN rela bekerja keras siang malam meninggalkan anak istri di rumah untuk dapat segera memulihkan kondisi kelistrikan yang ada.

Tonny mengaku, mewakili seluruh anggota Laskar (Lembaga Aspirasi Karyawan)  memohon maaf atas kejadian yang mengakibatkan pemadaman tersebut. “Sebagai pegawai PLN yang tergabung dalam Serikat Pekerja Laskar tetap bertanggungjawab untuk melakukan recovery gangguan,” katanya.

Selama ini lanjut dia, pegawai PLN telah memiliki KPI (Key Performance Indicator) yang dinilai oleh perusahaan sebagai kinerja individu. Jika KPI tersebut tidak tercapai maka akan berakibat pada turunnya penghasilan yang diterima.

Menanggapi pemotongan gaji pegawai seperti yang disampaikan oleh Direksi beberapa waktu lalu Ketua Umum LASKAR PLN Tonny Ferdinanto menyampaikan, gaji karyawan BUMN sudah diatur dalam Undang-Undang, di antaranya UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, SE Menaker RI No. SE/07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah, serta yang terbaru PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Denda dan pemotongan gaji itu sudah diatur di Pasal 57 PP No. 78 Tahun 2015, juga diatur dalam PKB kami, baik keduanya karyawan PLN dalam case gangguan kemarin tidak memenuhi syarat untuk dipotong gajinya”, tuturnya.

Tonny menilai kebijakan para direksi untuk memotong gaji para karyawan PLN tersebut tidak berdasar menurut undang-undang. “Bagaimana bisa, di saat black out kemarin anggota kami sekuat tenaga siang malam berjibaku agar secepat mungkin menormalkan pemadaman yang meluas sebagai bentuk dedikasi dan tanggungjawab pelayanan terhadap pelanggan yang telah banyak dirugikan, kenapa justru karyawan yang dijadikan korban?”

“Tentu saja kewajiban kami memperjuangkan hak-hak karyawan yang berada di garda terdepan pelayanan kepada pelanggan menjadi prioritas utama bagi kami,” imbuhnya.

Menurut Tonny, upaya karyawan PLN dalam mengatasi gangguan kemarin sudah setara dengan standar pelayanan World Class Services (WCS). “Kemarin pemadaman bisa kita pulihkan total dengan durasi paling lama 2 hari di sebagian kecil tempat, ini sudah setara dengan pemulihan black out 13-14 Juli di New York Amerika Serikat kemarin”. Ungkap pegawai yang berdinas di Gandul tersebut.

Tonny menjelaskan, pada saat gangguan Minggu 4 Agustus tersebut, secara kelistrikan pulau Jawa terpecah menjadi 2 bagian “Kondisi normalnya memang beban terkonsentrasi di bagian barat pulau Jawa termasuk DKI dan Banten. Resource yang dimiliki PLN, pembangkit yang murah dan berkualitas itu di bagian tengah dan timur, otomatis tiap hari itu selalu terjadi transfer daya yang besar ke arah barat.

Ketika listrik di barat sudah terpisah dengan timur karena gangguan pada saluran transmisi, yang terjadi sudah pasti overload kapasitas. Kemampuan pembangkit yang ada di barat tak mampu memikul sendiri karena sudah terpisah dari sistem di tengah dan timur. Inilah awal mula kejadian pemadaman yang meluas tersebut”, ungkapnya.

Apa yang terjadi selanjutnya? Pembangkit di wilayah barat yang mayoritas PLTU (uap) mempunyai karakter yang lama start up, ini juga salah satu kendala dalam pemulihan. “Pengatur beban (P2B) sudah semaksimal mungkin mencari alternatif daya dari pembangkit yang cepat masuk ke sistem, namun apa daya mayoritas PLTU di barat masih banyak yang dalam proses “firing” untuk masuk lagi ke sistem, sedangkan transfer dari timur sudah tidak dapat lagi ditambah”. pungkasnya.

Sebagai bentuk tanggungjawab dan kewajiban serikat pekerja terhadap perusahaan LASKAR PLN selalu siap untuk dilibatkan oleh manajemen PLN dalam mengusut tuntas penyebab gangguan yang telah merugikan banyak pihak tersebut.(Zp/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

PLN Berikan Bantuan Listrik Gratis di Jawa Tengah

SEMARANG - PLN memberikan bantuan penyambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Jawa Tengah. Bantuan...

Pakai Smartfren di Realme C21 Ada Bonus Kuota 384 GB Hingga Hadiah Smart TV

JAKARTA - Smartfren kembali menghadirkan paket bundling terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kali ini pelanggan yang membeli smartphone Realme...

XL Axiata Donasikan 100 Laptop ke Belasan Pesantren

BOYOLALI -  PT XL Axiata (XL Axiata) menyalurkan donasi 100 unit laptop dan sarana akses internet untuk 12 pondok pesantren...

Apindo Semarang Jamin Perusahaan Bayar THR Secara Penuh

SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang memastikan perusahaan di kawasan ini akan membayar Tunjangan Hari Raya (THR)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Dipimpin Evolusi OLED, Lini TV LG Tahun 2021 Siap Meluncur

JAKARTA - PT LG Electronics Indonesia (LG) mengeluarkan pernyataan kesiapan perusahaan dalam memperkenalkan lini TV terbarunya di tahun ini....

SIG Bukukan Laba Rp450,36 Miliar

*Kuartal I Tahun 2021 JAKARTA– PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Kuartal I tahun 2021 mencatatkan laba yang dapat diatribusikan...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda