Lima Truk Bantuan Tahap Dua dari Jateng Meluncur untuk Korban Gempa NTT

SEMARANG – Solidaritas Jawa Tengah untuk warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa kembali bergerak. Sebanyak lima truk logistik bantuan tahap kedua diberangkatkan dari Jawa Tengah menuju Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (1/9/2026), untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Bantuan senilai ratusan juta rupiah itu berisi kebutuhan mendasar bagi korban bencana, mulai dari makanan siap saji, kornet, sarden, telur, biskuit, bubur bayi, hingga susu bayi.

Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong pemerintah kabupaten/kota, komunitas, lembaga, serta masyarakat Jawa Tengah yang dihimpun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pengiriman ini menjadi kelanjutan bantuan tahap pertama yang telah diberangkatkan pada 17 Agustus 2026.

“Hari ini kita berangkatkan bantuan tahap kedua dari Jawa Tengah ke NTT. Ini sesuai arahan dari Gubernur Jawa Tengah,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, usai melepas lima truk logistik bantuan menuju Halim Perdanakusuma.

Menurut Bergas, bantuan lanjutan tersebut menunjukkan bahwa perhatian masyarakat Jawa Tengah terhadap warga NTT tidak berhenti setelah pengiriman tahap pertama. Dukungan terus dihimpun untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih berada dalam kondisi pemulihan pascabencana.

Kepala Bidang Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Jawa Tengah, Muhammad Khomsul, mengatakan, pengiriman tahap kedua dilakukan tanpa mengirimkan personel tambahan ke lokasi bencana.

Meski demikian, semangat kerelawanan dan gotong royong masyarakat Jawa Tengah tetap berjalan. Bahkan, menurutnya, bantuan terkumpul dengan cepat setelah informasi kebutuhan disebarluaskan kepada komunitas-komunitas.

“Ini untuk semangat kerelawanan dan gotong royong. Tahap dua ini kita hanya menghimpun bantuan dengan menyebar broadcast informasi ke komunitas-komunitas dan langsung terhimpun banyak,” ujarnya.

Di balik lima truk bantuan yang diberangkatkan, terdapat cerita dua personel yang sebelumnya turun langsung ke lokasi bencana. Mereka adalah Hendro, pegawai Dinas Sosial Jawa Tengah, dan Ahmad Dian, petugas BPBD Jawa Tengah.

Keduanya ikut dalam pengiriman bantuan tahap pertama dan sempat berada selama empat hingga lima hari di wilayah terdampak, termasuk Manggarai Barat dan Manggarai.

Selama berada di lokasi, mereka tidak hanya mendistribusikan bantuan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga yang kehilangan tempat tinggal dan menjalani hari-hari di tengah keterbatasan.

“Pada pengiriman tahap pertama lalu kami sempat tinggal di sana dan membantu selama 4-5 hari. Kami membawa semangat gumregut nyawiji sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi untuk kolaborasi dan kerja sama meringankan beban masyarakat NTT,” ucapnya.

Hendro menggambarkan kondisi masyarakat terdampak cukup memprihatinkan. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah. Warga kemudian harus bertahan di tenda-tenda darurat.

Kebutuhan bantuan pun masih dirasakan, termasuk dukungan tenaga kesehatan.

“Tenaga kesehatan juga sangat dibutuhkan di sana. Sampai hari terakhir kami di sana kemarin, mereka masih butuh bantuan,” ujarnya.

Komunikasi antara relawan Jawa Tengah dan masyarakat di lokasi bencana bahkan masih berlangsung hingga kini.

Bukan Sekadar Bantuan, Ada Ikatan Kemanusiaan

Ahmad Dian juga merasakan hal serupa. Selama berada di lokasi, semangat gotong royong antara relawan dan masyarakat setempat terasa kuat.

Interaksi selama beberapa hari membuat hubungan yang terbangun tidak sekadar antara pemberi dan penerima bantuan. Ada kedekatan emosional yang membuat kepulangan tim Jawa Tengah meninggalkan kesan mendalam.

“Komunikasi sekarang masih terjalin baik. Ada senang, ada duka, ketika tim ditarik kembali ke Jawa Tengah karena sudah mencapai batas waktu. Waktu mau pulang Kades setempat sempat minta agar bertahan lebih lama,” ujarnya.

Ia pun menyatakan kesiapan apabila kembali mendapat tugas untuk membantu masyarakat NTT.

“Kita siap kalau nanti dikirim lagi ke sana,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa dukungan Jateng untuk NTT tidak berhenti pada pengiriman bantuan tahap pertama. Ia meminta Sekretaris Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan bantuan lanjutan.

“Pak Sekda dan Pak Wagub koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua,” kata Luthfi.

Pesan kemanusiaan juga kembali disampaikan Luthfi saat acara Jateng Bersholawat, Minggu (23/8/2026) malam. Di hadapan ribuan warga, ia mengajak masyarakat mendoakan korban bencana NTT.

Kini, lima truk kembali bergerak membawa bukan hanya pangan dan kebutuhan dasar, tetapi juga pesan bahwa jarak ribuan kilometer tidak menghalangi solidaritas. Semangat gumregut nyawiji diterjemahkan dalam gotong royong, berbagi, dan hadir bersama mereka yang sedang bangkit dari bencana.***

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

Verified by MonsterInsights