Mantap, Jelang MT Dua  Petrokimia Gresik Siapkan Stok Pupuk Empat Kali Lipat

 

Petugas mengecek kesiapan pupuk bersubsidi di gudang PG di Gresik jelang musim tanam kedua, Selasa, (27 /2/2018)

Gresik- Luar biasa.  Memasuki musim tanam kedua pada bulan Maret 2018, PT Petrokimia Gresik (PG) telab menyiapkan
stok pupuk bersubsidi lebih dari 1 juta ton atau empat kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum
pemerintah, yaitu sebesar 227.480 ton.
Sekretaris Perusahaan PG Yusuf Wibisono menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian
Pertanian menetapkan jumlah alokasi pupuk bersubsidi tahun 2018 mencapai 9,55 juta ton. Dari
jumlah tersebut, PG mendapatkan alokasi penyaluran sebesar 5,3 juta ton atau lebih dari setengah
alokasi pupuk bersubsidi nasional.
Dari alokasi tersebut, hingga saat ini PG telah menyalurkan sebesar 687.945 ton atau 71% dari
tanggungjawab alokasi sampai dengan Februari 2018.
Sebagai bentuk upaya efisiensi penggunaan pupuk, lanjut Yusuf, PG tak henti-hentinya
mengampanyekan rekomendasi umum pemupukan berimbang 5:3:2 kepada petani, yaitu 500
kg/ha pupuk organik Petroganik, 300 kg/ha pupuk NPK Phonska, dan 200 kg/ha pupuk Urea.
“Pemupukan berimbang ini sangat penting karena merupakan rekomendasi yang sudah teruji
mampu meningkatkan hasil panen 1-2 ton per hektar dengan aplikasi pupuk yang paling efisien,
sehingga petani bisa lebih menghemat pupuknya,” ujar Yusuf.
Sedangkan untuk rekomendasi pemupukan secara spesifik, petani bisa mendiskusikannya dengan
petugas penyuluh dinas pertanian setempat. Selain itu, PG juga memiliki Mobil Uji Tanah, yaitu
sarana untuk menguji tingkat kesuburan tanah. Petani bisa membawa sample tanahnya dan
petugas akan meneliti, menganalisa, serta memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat
secara lebih spesifik, baik spesifik lokasi maupun komoditi.
“Mobil ini sudah kami luncurkan sejak tahun 2015 dan bergerak secara mobile di areanya masing-
masing. Saat ini jumlahnya sebanyak 4 unit dengan area meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa
Timur, NTB dan NTT,” jelas Yusuf.
Lebih lanjut Yusuf memaparkan bahwa dalam penyaluran pupuk bersubsidi perusahaan
berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), SK Dinas Pertanian Provinsi dan
Kabupaten/Kota Madya. Perusahaan mendistribusikan pupuk bersubsidi berpegang teguh pada
Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan
Tepat Waktu.
“Penyaluran ini dikawal oleh 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dan 323 asisten SPDP
kami di seluruh nusantara. Kami memiliki fasilitas distribusi 305 gudang penyangga dengan
kapasitas total 1,4 juta ton, 652 distributor, dan 28.228 kios resmi,” ujar Yusuf.
Terkait pengawasan, lanjut Yusuf, perusahaan melalui petugas SPDP meningkatkan koordinasi
dengan pihak terkait. Mulai dari Distributor, Dinas Pertanian, Komisi Pengawasan Pupuk dan
Pestisida (KP3), Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan aparat penegak hukum.
Masyarakat juga dapat turut serta mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi.
“Jika masyarakat menemukan penyelewengan maupun peredaran pupuk palsu, langsung saja
laporkan ke pihak berwajib,” tegas Yusuf.
Petani juga diminta untuk lebih waspada terhadap peredaran pupuk palsu dan tiruan. Yusuf juga
memperingatkan kepada produsen pupuk tiruan atau palsu untuk segera menghentikan dan/atau
menarik dari peredaran, serta memusnahkan seluruh pupuk tiruan untuk menghindari tuntutan
hukum, baik secara pidana maupun perdata, baik kemiripan produk secara keseluruhan maupun
persamaan pada pokoknya.
“PG merupakan produsen pupuk anak usaha PT Pupuk Indonesia yang memiliki hak eksklusif atas
merek dagang pupuk bersubsidi dan telah sah terdaftar dalam Daftar Umum Merek pada Direktorat
Merek, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia,” tegas Yusuf. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here