Menengok Pesona Goa Seplawan, Surga Tersembunyi di Lereng Menoreh

Pengunjung tengah menyusuri Goa Seplawan di di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Kamis (12/12/19).

BERKUNJUNG ke Kabupaten Purworejo, tak lengkap rasanya jika belum singgah ke objek wisata Goa Seplawan. Goa dengan gugusan stalaktit ini berada di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, masuk kawasan pegunungan menoreh.

Untuk menuju lokasi, dari pusat kota Purworejo memakan jarak tempuh sekira 20 km, dengan estimasi waktu 40 menit. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, mata kita akan dimanjakan dengan pesona keindahan yang belum banyak diketahui orang.

Nuansa alam terasa kental saat kita mulai menginjakkan kaki di kawasan Goa Seplawan. Pun gugusan pohon besar dengan udara nan sejuk, makin menambah eksotisme Goa Seplawan.

Kelik, pengelola objek wisata Goa Seplawan mengatakan, di dalam Goa Seplawan pernah ditemukan sepasang arca emas Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Arca yang diduga peninggalan Hindu itu terbuat dari emas 22 karat, dengan tinggi 9 sentimeter dan berat 2,5 kilogram.

“Kedua patung tersebut kini tersimpan di Museum Nasional. Sedangkan patung yang kini terpajang di Kawasan Goa Seplawan merupakan replika, yang menjadi pertanda jika kita sudah berada di dalam kawasan wisata Goa Seplawan,” katanya, saat ditemui Zonapasar.com di Kawasan Wisata Goa Seplawan, Kamis (12/12/19).

Tak hanya itu, lanjutnya sejumlah barang peninggalan berharga lainnya juga pernah ditemukan di dalam goa sepanjang 750 meter tersebut.

“Seluruh benda berharga yang ditemukan dari dalam goa sudah diamankan negara dan masuk di Museum Nasional,” ujarnya.

Patung Dewa Siwa dan Dewi Parwati di objek wisata Goa Seplawan, di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

Sejak penemuan arca, kata dia, Goa Seplawan terus dilakukan perbaikan. Keberadaannya pun makin dikenal seiring kekuatan era media sosial.

“Sebelumnya hanya segelintir orang saja yang mau menginjakkan kaki di Goa Seplawan. Namun belakangan rata-rata kunjungan bisa 100 – 200 orang di hari biasa, dan 500 – 1000 orang lebih di saat akhir pekan atau hari libur nasional,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk bisa menikmati eksotisme Goa Seplawan, pengunjung bisa datang antara pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Adapun untuk harga tiket masuk dipatok Rp5.000/orang.

Sementara, untuk masuk ke dalam goa, pengunjung harus memiliki stamina yang fit. Bagaimana tidak? Sejumlah anak tangga siap menghadang untuk dilewatinya. Belum lagi untuk menyusuri kedalaman goa yang menyimpan sejuta pesona.

Sembari menuruni puluhan anak tangga tersebut, pengunjung bisa menikmati indahnya bebatuan alam yang ada di sekitar, serta warna warni bunga yang sengaja ditanam pengelola untuk menambah pesona kawasan wisata Goa Seplawan.

Setibanya di mulut goa, pengunjung dianjurkan untuk mengenakan sepatu boots dan helm pelindung yang disediakan oleh pengelola. Saat masuk dalam goa, pengunjung tak perlu khawatir akan kegelapan. Pasalnya, sepanjang lorong goa telah dilengkapi dengan penerangan yang memadai.

Masuk ke dalam goa, nuansa alami sangat terasa. Pengunjung akan disambut dengan jalan datar dengan sesekali terdapat aliran air layaknya sungai. Saat musim kemarau air di dalam goa sangat jernih.

Sebelum tiba di dalam goa, wisatawan akan melewati jalur sempit sekitar 20 meter. Wisatawan harus menundukkan kepalanya karena lorong ini memiliki ketinggian 80 sentimeter saja.

“Saat masuk kita lihat kalau harus merundukkan kepala terlebih dahulu, ini dipercaya bahwa kita harus menjaga sopan santun dan menghargai orang lain,” jelas Kelik.

Pengunjung tengah asyik melihat pesona di dalam Goa Seplawan di di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Kamis (12/12/19).

Usai melewati jalur sempit tersebut, wisatawan akan menemukan pemandangan yang indah dari stalaktit dan stalakmit yang luar biasa mempesona.Di dalam goa sendiri masih ada kelelawar yang bisa ditemui. Namun jumlahnya tidak begitu banyak. Jalur goa tersebut pun buntu, sehingga saat kembali harus lewat jalan saat berangkat.

Sejumlah jalur goa juga ada yang ditutup karena jalurnya bercabang, kemudian terdapat jurang dan berlumpur.

“Goa ini biasa digunakan anak-anak mapala (mahasiswa pencinta alam) untuk kegiatan diklat, di dalam ada jalur khusus yang harus ekstra safety,” terangnya.

Sebelum wisatawan memutuskan pulang, objek wisata ini juga terdapat gardu pandang yang bisa melihat kemegahan pegunungan menoreh, Kota Magelang, dan Yogyakarta.

Saat cuaca cerah, wisatawan bisa melihat jajaran lima gunung sekaligus dari Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Selamet, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Salah seorang pengunjung, Andik mengaku puas setelah mengunjungi goa tersebut. Menurutnya pemandangan yang ada di dalam goa begitu indah dan masih sangat alami.

Meski goa tersebut memiliki jalur panjang, kata dia tidak jadi masalah karena lelahnya terbayarkan oleh pesona menawan stalaktit dan stalakmit yang ada di dalamnya.

“Capek, tapi puas bisa keliling sama teman-teman. Goanya bagus, baru pertama wisata ke goa, dan puas,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here