Minimalisir Pekerja Migran, Desa Kalipoh Budidayakan Lebah Klanceng

KEBUMEN- Untuk meminimalisir pekerja migran, Desa Kalipoh menggulirkan program budidaya lebah klanceng. Program tersebut diinisiasi oleh Rumah Zakat di Desa Berdaya Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Melihat potensi yang cukup bagus Fasilitator Desa Berdaya Kalipoh, Muhammad Fatikhul Umam pun membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Klanceng Barokah.

“Dari sisi manajemen kelola usaha, saat ini kami mempunyai sekitar 12.300 koloni yang harga per koloninya bisa mencapai Rp100.000. Jadi sampai saat ini kami mempunyai aset sekitar 1,2 Miliar. Belum lagi dari perputaran penjualan bibit dan madu, omset tri semester pertama kemarin mencapai 169 juta,” ungkap Umam, Selasa (25/09).

Awalnya budidaya ini hanya sebagai mata pencaharian tambahan, tapi setelah melihat perkembangannya, ternyata bisa menjadi mata pencaharian utama yang menggiurkan bagi para pelakunya. Selama tiga tahun berjalan, KTH Klanceng Barokah binaan Rumah Zakat mendapatkan berbagai prestasi.

“Tahun ini kami terpilih mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Lomba Desa Wanalestari tingkat nasional yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Setelah April lalu kami menang juara satu lomba serupa untuk tingkat Provinsi,” tutur Umam.

Menurut pria berusia 28 tahun tersebut, kelompoknya bisa meraih juara satu karena telah memenuhi tiga aspek penilaian. Pertama, dilihat dari pengelolaan kelembagaan, seperti struktur organisasi dan produktivitas kegiatan kelompok. Kedua, manajemen pengelolaan usaha dari segi bisnis, dan pengelolaan kawasan yang dianggap memiliki andil untuk menjaga konservasi. (ZP/05)

1 COMMENT

  1. Bagaimana tingkat keberhasilan budiya klanceng di daerah kota yg notebene kurang tersedia pohon penghasil madu dan lahan sempit hanya bisa ditanami bunga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here