Nutrifood Ajak 100 Dokter Umum Puskesmas di Kota Semarang untuk Kampanyekan Deteksi Dini Prediabetes

Salah satu peserta saat melakukan cek darah dalam kegiatan edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes yang diikuti oleh 100 dokter umum puskesmas dan poliklinik di Kota Semarang, Rabu (7/11) di Hotel Novotel Semarang/Zikan.

SEMARANG- Nutrifood bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) mengadakan program edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes yang diikuti oleh 100 dokter umum puskesmas dan poliklinik di Kota Semarang, Rabu (7/11) di Hotel Novotel Semarang.

Head of Marketing Nutrifood, Susana mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya mengajak para dokter umum puskesmas, poliklinik dan masyarakat di Kota Semarang untuk mengkampanyekan deteksi dini prediabetes, mengingat resiko penyakit diabetes yang sangat tinggi.

“Seluruh program dijalankan dengan tujuan mengedukasi dan mengadvokasi berbagai pihak agar proaktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kami berharap program edukasi kepada dokter-dokter umum puskesmas dan poliklinik Kota Semarang ini ke depan bisa menjadi corong prilaku hidup sehat, sehingaga bisa terwujud masyarakat Semarang yang sehat dan terhindar dari prediabetes dan Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2),” kata Susan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang,
Sarwoko Oetomo mengemukakan, Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi Nutrifood atas komitmennya dalam menginspirasi masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat. Mengingat prediabetes menyerang baik kelompok usia tua dan kelompok usia muda serta produktif, maka deteksi dini prediabetes melalui fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan menjadi sangat penting.

“Kami menghimbau dokter-dokter puskesmas maupun poliklinik, dan seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menggalakkan gerakan deteksi dini prediabetes secara terintegrasi melalui program skrining kesehatan sesuai standar. Semoga program edukasi ini dapat memberi pengaruh positif dalam mewujudkan masyarakat Semarang yang terhindar dari bahaya penyakit diabetes,” ujarnya.

Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) DKI Jakarta BBD (Bogor, Bekasi, Depok) menjelaskan, Jika tidak ditangani dengan baik, maka dalam jangka waktu pendek prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2.

Kasus prediabetes, kata dia menyerupai fenomena gunung es, di mana jumlah individu yang belum terdeteksi DMT2 (termasuk prediabetes) lebih banyak dibandingkan DMT2. Oleh karena itu, prediabetes sebagai pencetus harus dapat diatasi, sehingga angka penderita DMT2 dapat ditekan.

“Pertanda klinis prediabetes tidak begitu jelas, namun yang dapat kita perhatikan untuk pencegahan dini adalah kelompok berisiko prediabetes seperti orang dengan obesitas/kegemukan, sering abortus, melahirkan bayi dengan berat badan 4 kg atau lebih, porsi makan besar tetapi kurang gerak, orang-orang dari keluarga DM, dan lainnya,” ucap Prof. Mardi.

Semenatara, lanjutnya pertanda prediabetes secara laboratoris adalah bila kadar glukosa darah puasa 100-125 mg/dl dan atau kadar glukosa darah 2 jam post prandial 140-199 mg/dl. Dalam jangka waktu 3-5 tahun, 25% prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2, 50% tetap dalam kondisi prediabetes, dan 25% kembali pada kondisi glukosa darah normal.

Ditambahkan, dengan melakukan deteksi dini prediabetes dapat mencegah peningkatan prevalensi DMT2 yang berhubungan dengan peningkatan angka morbiditas (angka kesakitan), risiko progresivitas penyakit, biaya, dan mortalitas atau angka kematian meningkat akibat komplikasi DM yaitu penyakit kardiovaskular dini, gagal ginjal, katarak, saraf mata, stroke yang berakibat fatal.

“Upaya pencegahan prediabetes dapat dilakukan dengan beristirahat cukup; mengkonsumsi makanan kalori seimbang atau sesuai kebutuhan aktvitas sehari hari dan tinggi serat, seperti sayur mayur, buah-buahan, dan biji-bijian; serta melakukan aktivitas fisik minimal lima kali dalam seminggu dengan durasi 30-60 menit,” jelasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here