one-stop-property-new

Pasar Desain di Semarang Sangat Menjanjikan

0
one-stop-property-new

SEMARANG – Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia (Aidia) menilai pasar desain di Kota Semarang sangat menjanjikan. Pasalnya banyak perusahaan besar di kota ini yang branding produknya belum tergarap maksimal.

Ketua Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia (Aidia), Anthony Novianus mengatakan, masih banyak perusahaan yang branding produknya belum digarap. Dibanding Jakarta atau Jawa Barat, ia melihat pasar di tengah Pulau Jawa ini masih hijau.

Disebutnya, pengembangan desain produk dinilai mampu meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan tampilan produk yang menarik daya beli konsumen juga akan naik. Meski demikian ia menyebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar nilai produk ikut naik seiring dengan desain bagus.

“Saya rasa pasar Semarang untuk brand produk tinggi, tetapi eksekusinya masih kurang. Mungkin masih malu-malu, peluang desainer profesional masih terbuka lebar untuk bisa menggarap branding produk. Sebuah desain haruslah bisa berbicara dan memikat calon pembeli melalui sebuah gambar yang bagus dan menarik,” katanya, Rabu (26/6/19).

Ia mengharapkan adanya wadah ini, desainer grafis ke depan tidak hanya terfokus pada desain melulu soal garis, warna, dan lainnya. Melainkan ada solusi dan saran yang terbaik untuk para klien yang datang baik dari perusahaan, atau instansi. Sehingga bisnis desain bisa menjadi altenatif untuk mengembangkan ide kreatif.

Sementara itu Peter Ardhianto, salah satu anggota Aidia Semarang yang sekaligus dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Katolik Soegijapranata Semarang mengatakan, nantinya akan membuka jaringan yang luas untuk para desain muda yang ingin mengasah karya. Sehingga para anggota nantinya tidak kekurangan pelanggan, profesi akan kuat.

“Kami memiliki misi untuk membuka jaringan luas untuk para desain muda yang ingin berkarya, tidak hanya itu kami juga akan terus adakan pelatihan sehingga mereka tetap update yang sedang tren saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan akan berusah mengurus perlindungan hukum, sehingga profesi tersebut memiliki hukum yang kuat. Persentasi peminat desain visual khususnya milenial di Semarang yang terbilang tinggi menjadikan sebuah peluang untuk berkarya.

“Karena ini bergelut dengan hasil karya sehingga kami harus mengurus badan hukum yang akan menangungi hasil karya mereka yang nantinya akan dijual keperusahaan,” tandasnya. (ZP/05)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan