PDB Italia turun 12,8 % di Kuartal Kedua 2020, Ini Sebabnya

Ilustrasi (Pixabay)

Roma – National Institute of Statistics (ISTAT) menyebutkan, produk domestik bruto (PDB) Italia turun 12,8 persen pada kuartal kedua tahun 2020 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Penurunan itu sedikit lebih tinggi dari perkiraan 12,4 persen oleh kantor statistik pada akhir Juli, karena ekonomi Italia – terbesar ketiga di zona euro – sedang mengatasi dampak krisis virus korona.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, produksi nasional pada triwulan II turun 17,7 persen. Menurut ISTAT Kedua angka itu tercatat paling tajam sejak 1995.

“Perkiraan lengkap dari akun pendapatan kuartalan mengkonfirmasi tingkat luar biasa dari kontraksi PDB pada kuartal kedua, karena efek ekonomi dari darurat kesehatan COVID-19 dan langkah-langkah yang diambil,” ISTAT dalam buletinnya, dilansir dari Kantor Berita Xinhua, Selasa (01/9).

Permintaan domestik adalah pendorong utama penurunan PDB. “Dengan kontribusi negatif terutama dari konsumsi swasta dan kontribusi negatif yang signifikan dari investasi dan perubahan saham,” lanjutnya.

Permintaan luar negeri juga memberikan kontribusi negatif terhadap output nasional pada kuartal kedua tahun 2020.

Dalam hal angka, data menunjukkan pengeluaran konsumsi akhir di Triwulan ke-2 turun sebesar 8,7 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 14,9 persen, impor sebesar 20,5 persen dan ekspor masing-masing sebesar 26,4 persen terhadap triwulan sebelumnya.

Dibandingkan dengan triwulan kedua tahun lalu, komponen PDB yang sama turun masing-masing sebesar 13,7 persen, 21,6 persen, 26,8 persen, dan 33,1 persen.

Kantor statistik juga merevisi turun estimasi PDB sebelumnya pada kuartal pertama tahun 2020 menjadi 5,4 persen dari 5,3 persen pada skala triwulanan.

Pemerintah secara resmi memperkirakan PDB akan turun 8 persen tahun ini, secara keseluruhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here