Pebisnis Karaoke di Gambilangu Minta Usahanya Tidak Ikut Ditutup

Istimewa.

SEMARANG – Sejumlah pebisnis karaoke di lokalisasi Gambilangu atau GBL di Kabupaten Kendal meminta Pemerintah agar tidak ikut menutup usahanya yang telah ada bertahun-tahun itu.

Mereka menginginkan agar yang ditutup hanya lokalisasinya saja, sedangkan tempat karaoke masih diperbolehkan beroperasi.

“Intinya kami ingin karaoke bisa tetap jalan, yang dihilangkan prostitusinya saja. Karena mayoritas warga disini mendatangkan pendapatan dari pengunjung,” kata salah satu pebisnis karaoke di Gambilangu yang enggan disebutkan namanya, Selasa (25/6/19).

Apalagi ia menilai rencana menghilangkan prostitusi di kawasan tersebut tergolong mendadak.

Menurutnya sebelumnya Pemkot Semarang belum pernah memberikan sosialisasi maupun pelatihan sebagai bekal ketika nanti meninggalkan profesi lamanya.

“Kita khawatir adanya penutupan Ini selain membuat omset terus menurun, warga juga khawatir karena mereka banyak yang usaha makanan maupun kelontong,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menerangkan, sesuai data ada 114 pekerja seks komersial di GBL yang siap pindah. Menurutnya, cepat tidaknya pengalihfungsian tersebut tergantung dari dana Kementrian Sosial.

Menurutnya untuk GBL yang di wilayah Kabupaten Kendal menjadi kewenangan Pemkab Kendal. Namun menurutnya tetangga kabupaten sebelah tersebut sudah melakukan persiapan dengan baik.

“Tadi kita sepakati tanggal 15 Agustus 2109. Karena proses administrasi dari Kementrian Sosial sekitar satu bulan. Kita akan lakukan dua sampai tiga kali lagi untuk melakukan sosialisasi lagi,” tandasnya.

Diketahui Pemkot Semarang berencana menutup seluruh lokalisasi yang ada di wilayahnya seperti di Sunan Kuning dan Gambilangu.

Lokalisasi Gambilangu ikut ditutup karena wilayah tersebut masuk di dua wilayah yakni Kabupaten Kendal dan Semarang. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here