Pembangunan Empat Kawasan Industri di Jateng Masuki Tahapan Peninjauan RTRW

SEMARANG- Rencana pembangunan empat kawasan industri baru di empat kabupaten, yakni Brebes, Rembang, Kebumen dan Cilacap kini mulai memasuki tahapan peninjauan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) oleh DPRD Jateng.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan, jika usulan mengenai pembuatan kawasan industri telah masuk dan kini sedang dalam tahap peninjauan RTRW. Menurutnya, peninjauan RTRW sangat penting untuk menentukan luas kawasan industri apakah mengikis lahan pertanian atau tidak.

“Sudah kami terima usulan pembuatan kawasan industri dari Bappeda Jateng. Sekarang tinggal peninjauan RTRW baru setelah itu menuju tahap selanjutnya,” kata Rukma, Kamis (31/1).

Dikatakan, DPRD Jateng secara penuh mendukung adanya empat kawasan industri tersebut karena bisa memajukan perekonomian daerah.

Meski demikian, kata dia, pihaknya menginginkan pembangunan empat kawasan industri tidak menggangu lahan pertanian yang ada.

“Kami mendukung penuh rencana pembangunan empat kawasan industri. Tapi kami tidak ingin pembangunan kawasan industri nanti mengikis lahan pertanian,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Jateng Arief Djatmiko menuturkan, pihaknya sudah memberikan rancangan pembangunan kawasan industri di empat titik tersebut ke DPRD Jateng.

“Kami sudah menyerahkan rancangan pembangunan 4 kawasan industri ke DPRD Jateng untuk dikaji ulang apakah melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sudah ditetapkan,” kata Arief.

Ditambahkan, Pemprov memilih empat lokasi tersebut bertujuan untuk menjaring investor dari segala arah, sehingga investasi di Jateng semakin meningkat. Arief mencontohkan, untuk Brebes sekarang sudah berkembang pesat sejak adanya jalan tol Trans Jawa.

Sedangkan untuk Rembang, juga memiliki daya tarik tersendiri khususnya untuk investor dari Jawa Timur yang ingin berinvestasi di Jateng. Sementara Kebumen dan Cilacap bisa menjaring investor dari selatan Jawa.

Sebagai informasi, dari data DPMPTSP Kota Semarang, di Semarang telah mempunyai beberapa kawasan industri yakni kawasan industri Terboyo dengan luas 300 hektare, kawasan industri Wijayakusuma 250 hektare, kawasan industri Bukit Semarang Baru 50 hektare, kawasan industri guna mekar Indonesia 130 hektare, kawasan industri candi 300 hektare.

Untuk wilayah Kendal ada Kendal Industrrial Park (KIK) seluas 944 hektare, sedangkan di Demak ada Jateng Land Industrial Park Sayung (JIPS) dengan luas 300 hektare. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here