UmumPembangunan Jateng Park Tinggal Tunggu Keputusan Perhutani

Pembangunan Jateng Park Tinggal Tunggu Keputusan Perhutani

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG- Keputusan pembangunan Jateng Park di Kawasan Hutan Penggaron Ungaran hanya menunggu keputusan Perhutani terkait mekanisme sharing kerja sama dengan investor. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberi waktu dua hari pada Perhutani agar mekanisme sharing tersebut bisa diselesaikan.

Pembangunan wahana wisata yang bakal jadi andalan Jawa Tengah itu telah memasuki tahap lelang dengan 33 perusahaan. Setelah mengerucut jadi lima perusahaan, akhirnya PT Hak Sarana Investama keluar sebagai pemenang dengan total investasi mencapai Rp 1 triliun.

“Beauty contest sudah diselesaikan. Proses selanjutnya proses negosiasi. Dari berbagai hal untuk mempersiapkan perjanjian kerja sama jangka panjang. Antara PT Penggaron Sarana Semesta (PT PSS) dengan Perum Perhutani, dan PT PSS dengan investor,” kata Lies Bahunta Dirut PT PSS, perusahaan yang akan mengelola Jateng Park, Senin (21/1).

Ditambahkan, perusahaan yang bakal mengelola Jateng Park tersebut merupakan anak perusahaan yang dibangun BUMD Jateng dan Perum Perhutani. Ada dua mekanisme pembangunan yang akan dilakukan, yaitu mekanisme kerja sama dan mekanisme tukar menukar kawasan hutan (TMKH).

“Sudah ada permen dan UU-nya, kita tinggal mengikuti itu. Soal sharing menyamakan persepsi, kan kalau rumus Bisnis relatif sama. Itu sebetulnya dinamika, kadang sulitnya menunggu waktu ketemu. Kami sudah membicarakan dua kali, masing-masing kembali,” jelasnya.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jateng, Peni Rahayu menjelaskan, kendala yang dihadapi Perhutani. Sebagai BUMN Perhutani harus patuh pada mekanisme, apalagi ini kerja sama selama 35 tahun dengan nilai mencapai Rp 1 triliun. Sementara, kerja sama yang ditangani direksi maksimal dengan investasi sebesar Rp 50 juta.

“Padahal ini mencapai Rp 1 triliun. Selain itu jangka waktu kerja sama maksimal dua tahun, begitu mencapai 35 tahun harus ke Kementerian BUMN. Sehingga mereka harus berkomunikasi intensif,” ungkap Peni.

Kalau perhutani tidak mau menentukan nilai sharing-nya, Peni mengatakan pengambilan kesepakatan akan mundur lagi. Jika ternyata Perhutani tidak lekas memberi keputusan, pihaknya akan mengambil langkah antisipasi atau bahkan meninggal Perhutani dalam proyek ini.

“Tapi tadi pak Gubernur mengatakan, ya sudah kalau Perhutani tidak mau menentukan nilai sharing lepas saja. Tidak usah pakai mekanisme kerja sama dengan Perhutani. Pakai mekanisme TMKH saja,” katanya.

Jika TMKH dipilih, konsekuensinya Jateng Park hanya akan dibangun pada lahan 100 hektare. Dengan kewajiban investor mengganti lahan sebesar dua kali lipat atau 200 hektare. Namun nantinya lahan 100 hektare yang dikelola itu akan jadi milik investor sepenuhnya. Sementara kalau pakai mekanisme kerja sama, lahan bentang alam yang boleh dimanfaatkan sebesar 10 persen dari 371 hektare atau 37,1 hektare.

“Kalau kita pakai TMKH 100 hektare dan kurang kan bisa minta tambah lagi. Jatim Park saja 18 hektare, masak ini 100 hektare tidak bisa,” katanya.

Proyek wahana wisata yang bakal memiliki pintu keluar dan masuk lewat jalur tol di ruas Semarang-Bawen itu sejatinya hanya menyisakan persoalan sharing tersebut. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta sharing itu segera dirumuskan. Dia meminta percepatan progres proyek tersebut karena pihaknya sudah menyiapkan beberapa hal termasuk akses jalan dari tol menuju dan keluar Jateng Park. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

BMW Astra Roadshow Berikan Penawaran Khusus di Sepuluh Kota

JAKARTA - Sambut bulan Ramadan, BMW Astra berikan berbagai penawaran khusus selama 23 - 25 April 2021 di sepuluh...

XL Axiata Tebar Dividen Rp 339,4 Miliar

JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) pada hari ini, Jumat (23/4) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan...

BPOM Sidak Pasar Tradisional di Banyumas

PURWOKERTO- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Banyumas, Kamis (22/4/2021) mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai pasar tradisional...

Kanwil DJP Jawa Tengah I Optimis Capai Target

SEMARANG - Pada masa new normal, Kanwil DJP Jawa Tengah I mencatat kinerja penerimaan pajak yang relatif menggembirakan....
- Advertisement -spot_imgspot_img

Sambut Lebaran, Bisnis Elektronik Makin Bergairah

*Global Elektronik Gelar Pameran SEMARANG - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan positif pada kuartal III-2021 mendatang. Hal ini dapat dicermati...

Gmedia Hadirkan Geisler Play Home Karaoke

PT. Media Sarana Data (Gmedia) merupakan perusahaan berkembang yang bergerak dibidang teknologi informasi, tidak berhenti untuk terus berinovasi dengan...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda