NasionalPembangunan Tol Bawen-Jogja Dipastikan Jalan Terus

Pembangunan Tol Bawen-Jogja Dipastikan Jalan Terus

-

- Advertisment -spot_img

Sebuah mobil melaju di Jembatan Tuntang, Tol Bawen-Salatiga, Tuntang, Kabupaten Semarang. ANTARA/Aditya Pradana Putra

SEMARANG- Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Yogyakarta dipastikan tetap akan berjalan. Meski awalnya menimbulkan polemik karena DPRD Jawa Tengah menolak rencana pembangunan tol tersebut, namun rencana pembangunan proyek tol yang menjadi proyek nasional itu tidak dibatalkan.

“Jadi, itu tetap berjalan. Kan kemarin ada penolakan karena katanya faktor kegempaan, setelah kita cek ternyata daerah yang dilalui tidak berada di daerah rawan gempa. Kemudian alasan kedua soal lahan subur, setelah dicek ternyata mayoritas lahan di sana itu tadah hujan,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (23/10).

Ganjar menegaskan, jika proyek pembangunan tol tersebut tetap terlaksana. Sebab selain sudah menjadi proyek nasional, sampai saat ini belum ada alternatif lain.

“Jika alternatifnya kereta api, itu belum ada project atau dorongan kita untuk melakukan itu, yang sudah ada hanya reaktivasi,” tegasnya.

Selain itu, saat Musrembangnas, pihaknya juga mengaku sudah menyampaikan terkait proyek jalan tol itu. Dan pihak Pemprov DI Yogyakarta pun sudah menyetujui. Mengingat data yang tak sama, pihaknya siap duduk bersama DPRD Jawa Tengah untuk merapikan data.

“Kalau itu memang bahaya sekali, saya juga oke untuk memindahkan. Kita carikan tempat lain yang tidak mengganggu,” tambahnya.

Ganjar melanjutkan, jika jalan tol Semarang-Jogja adalah program strategis nasional. Mengenai rute yang dilalui, jika mengganggu RTRW bisa dilakukan penataan ulang.

“Itu tetap jalan, soal nanti lewat mana, kalau memang mengganggu RTRW akan kita tata ulang,” tutupnya.

Seperti diketahui, rencana pembangunan proyek tol Semarang-Yogyakarta sempat mendapat penolakan dari DPRD Jawa Tengah.

Penolakan itu didasari alasan jika jalur tol tersebut tidak sesuai dengan RTRW. Alasan lain karena keberadaan tol akan mengurangi lahan pertanian produktif. Selain itu, jalur tol juga dianggap berada di jalur rawan gempa. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Wartawan Dan Polresta Banyumas Bagikan Paket Sembako

PURWOKERTO - Covid 19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, baik usia muda, dewasa maupun tua. Virus yang mematikan...

JNE dan Dompet Kemanusiaan Media Group Kirim Tabung Oksigen Gratis ke RSUP Kariadi Semarang

SEMARANG – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir dan dampak yang ditimbulkan hingga saat ini sangat berpengaruh besar...

Telkomsel Ajak Masyarakat Lakukan #YangKitaBisa

JAKARTA – Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang tengah menghadapi pandemi, Telkomsel berupaya untuk menempatkan diri berdampingan bersama masyarakat...

Komunitas Tionghoa Semarang Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

SEMARANG - Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (PORINTI) Kota Semarang membagikan sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat. Pembagian tersebut dilakukan bersama...
- Advertisement -spot_imgspot_img

90% Dikorbankan, Efektifkah PPKM?

SEMARANG - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng menilai, sejumlah Kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang sudah terjadi...

Brantas Abipraya Gelar Vaksin COVID-19 Gratis

JAKARTA - Pandemi COVID-19 belum berakhir, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan laju penularan virus ini. Guna menyokong...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda